Hukum

Polisi Kembali Amankan 168 Botol Miras Dari Tangan Penjual Ada-ada di Entrop

126
×

Polisi Kembali Amankan 168 Botol Miras Dari Tangan Penjual Ada-ada di Entrop

Sebarkan artikel ini
Logopit 1708514293615 jpg
Tampak Kapolsek Jayapura Selatan AKP Frets Lamahan dan Jajaran Menunjukkan Barang Bukti Miras Yang Berhasil Diamankan

Berita Papua, Jayapura — Personil Polsek Jayapura Selatan berhasil mengamankan 168 botol Minuman Keras (Miras) ilegal dari tangan penjual “Ada-ada”.

Minuman keras tersebut diamankan di Belakang Mandiri Syariah tepatnya di Rumah Kos Entrop, distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura pada Rabu siang (21/02).

Kapolsek Jayapura Selatan AKP Frets Lamahan menjelaskan bahwa penangkapan miras ilegal tersebut atas laporan dari masyarakat yang merasa resah atas transaksi yang dilakukan oleh para pelaku penjual miras ilegal tersebut.

“Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat Anggota Opsnal Polsek Jayapura Selatan bersama Anggota Piket mendatangi lokasi yang dimaksud dan berhasil mengamankan miras ilegal sebanyak 168 botol dengan berbagai macam jenis bersama dengan pemiliknya berinisial AM (31),” ujar Kapolsek.

Kapolsek mengungkap, 168 miras tersebut terdiri dari 60 Botol Api, 6 Botol Anggur Merah, 8 Botol Anggur Merah Gold, 4 Botol Kawa-Kawa,6 Botol Anggur Merah biasa, 3 Botol Whisky Robinson, 2 Botol Iceland, 2 Botol Whisky Drum, 4 Botol Whisky House, 2 Botol Mensen, 12 Botol Vodka, 34 Bir Bintang, 3 Bir Hitam, 15 Bir Bintang Kaleng dan 7 Botol Soju.

Kapolsek juga menghimbau kepada para pelaku penjual miras ilegal dengan kode “Ada-Ada” yang mana pihaknya akan terus melakukan razia dan apabila masih ditemukan maka akan kami lakukan penindakan serta sanksi bagi para pelaku penjualan miras ilegal tersebut.

“Saya juga berharap kepada seluruh masyarakat Kota Jayapura terlebih khususnya di wilayah Jayapura Selatan untuk menjaga situasi kamtibmas dengan tidak mengkonsumsi dan melakukan transaksi penjualan miras secara ilegal. Karena efek dari miras tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan serta dapat memicu terjadinya tindak pidana hingga kecelakaan di jalan yang dapat merugikan diri sendiri ataupun orang lain,” pungkasnya.(*)

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *