BeritaPapua.co, Jayapura — “Menteri Perhubungan yang terhormat tolong hargai surat resmi yang dikirimkan dan kami mohon agar permintaan kami dapat segera dikabulkan.”
Demikian hal itu ditegaskan oleh Founder Analisis Papua Strategis (APS), Laus Deo Rumayom Laus Rumayom pada saat peluncuran APS Riset Center pada, Senin 29 Mei 2023.
Laus mengatakan, surat tuntutan yang dikirim pihak APS bersama Majelis Rakyat Papua (MRP), Dinas Perhubungan serta dewan adat suku Moy dan Tepera pada 22 Desember 2022 lalu, tak digubris oleh Menteri.
“APS sudah menyurati Menteri Perhubungan tertanggal 22 Desember 2022, selain itu Dinas Perhubungan Provinsi Papua dan Majelis Rakyat Papua yang merupakan wadah masyarakat adat yang resmi dan secara spesifik Dewan Adat suku Moy dan Tepera juga menyurati Menteri Perhubungan disaat yang bersamaan dengan tuntutan yang sama yaitu mengembalikan Willem Thobias Fofid sebagai Kepala KSOP Jayapura, sudah 5 bulan berselang namun tidak satupun surat dibalas oleh Menteri Perhubungan,” ujarnya.
Sebab menurutnya, dengan kepindahan Willem Fofid ke Mamuju dirinya tak melihat adanya pembinaan terhadap pengusaha asli Papua yang melirik bisnis shipping.
“Semenjak kepergian Saudara tersebut, kami tidak melihat adanya pembinaan yang dilakukan agar pengusaha OAP melirik bisnis shipping ataupun pembinaan terhadap JPT OAP yang telah terbentuk, sewaktu yang bersangkutan masih berada di Jayapura terdapat 10 JPT dan PBM OAP dan mereka dibina dan diberikan akses untuk bersaing dengan JPT temasuk usaha jasa terkait kepelabuhanan lainnya yang bukan OAP, Menteri Perhubungan kami anggap tidak berpihak pada kebutuhan Orang Papua,” imbuhnya.
Sejak dilantiknya BP3OKP, dalam merealisasikan RIPP dibutuhkan SDM yang memadai dan mumpuni sehingga Laus menilai, Willem Thobias Fofid merupakan SDM OAP yang sangat memadai dan mumpuni, lebih dari itu semua, Papua membutuhkan SDM yang berpihak pada OAP.
Rumayom berharap, hadirnya APS Centre for Development and Global Strategies tersebut dapat membantu menjembatani antara berbagai stakeholder yaitu pemerintah daerah, pimpinan agama, masyarakat adat yang ada di Papua dengan pemerintah Pusat.
Diketahui, Analisis Papua Strategis sebagai wadah komunitas profesional putra-putri Papua meluncurkan APS Centre for Development and Global Studies. Lembaga riset APS for Development and Global Centre ini bertujuan untuk membantu pemerintah melakukan penelitian dalam berbagai bidang yaitu Masyarakat Adat, Komunikasi, Transportasi, Pemberdayaan Perempuan & Anak, Pemuda, Olahraga, Agama, Teknologi dan Ekonomi Bisnis Perbankan. Selain itu salah satu fokus dari lembaga riset ini adalah melakukan mapping SDM Orang Asli Papua dalam struktur pemerintahan baik di daerah maupun dipusat, dalam menunjang pembangunan secara holistik di 6 Provinsi di Papua, khususnya 4 provinsi Daerah Otonom Baru.
(Renaldo Tulak)











