Berita Papua, Jakarta — Sebanyak 33 jurnalis dari Papua mengikuti program ‘Capacity Building Wartawan Papua 2025’ yang digelar oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua.
Kegiatan yang berlangsung dari 7 hingga 10 Oktober 2025 ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas para wartawan dalam peliputan isu-isu ekonomi dan moneter.
Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Wilayah Papua, Riyanto Nay menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif BI Papua tersebut.
Dalam keterangannya di Jayapura, Senin (11/10/2025), Riyanto menilai langkah ini bukan sekadar pelatihan, melainkan sebuah investasi pengetahuan untuk kemajuan Papua.
“Kami mengapresiasi langkah pemerintah dan Presiden Prabowo yang melalui Bank Indonesia wilayah Papua mengajak puluhan wartawan ke Jakarta. Ini adalah investasi pengetahuan untuk kemajuan Papua,” ujar Riyanto yang juga Ceo Reportase Papua.

Selama 3 hari di Jakarta, para jurnalis tidak hanya menerima pelatihan dari pemateri nasional, termasuk jurnalis senior dari Bloomberg Technoz dan Detikcom tentang penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam jurnalisme ekonomi, tetapi juga melakukan kunjungan edukatif.
Mereka diajak menelusuri sejarah BI mulai dari Museum Bank Indonesia di Kota Tua, Jakarta Barat, hingga menyaksikan secara langsung proses pencetakan uang Rupiah di Perum Peruri, Karawang, Jawa Barat.
Riyanto menyebut, pengalaman langsung tersebut menjadi momen berharga bagi para jurnalis untuk memahami lebih dalam peran strategis BI dalam menjaga stabilitas moneter dan mendorong inklusi keuangan, termasuk di wilayah Papua.
“Kunjungan ini membuka wawasan kami tentang peran penting Bank Indonesia dalam menjaga perekonomian nasional. Banyak hal baru yang kami pelajari langsung dari sumbernya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Riyanto memberikan apresiasi khusus kepada Kepala BI Perwakilan Papua, Faturachman, yang dinilainya sangat terbuka dan responsif terhadap perkembangan media dan ekonomi daerah.
“Kami sangat mengapresiasi Pak Kepala BI Papua, Bapak Faturachman. Papua hari ini tumbuh pesat, dan peran tim BI Papua luar biasa dalam menjaga laju ekonomi di Tanah Papua,” pungkas Riyanto.
Ia berharap program BI tersebut dapat menjadi momentum kolaborasi yang berkelanjutan antara Bank Indonesia dan insan pers Papua dalam memperkuat literasi ekonomi serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Bumi Cenderawasih.
(Renaldo Tulak)











