BeritaPapua.co, Sentani — Jhon Manangsang Wally (JMW) mengajak warga bergumul bersama untuk dirinya jika diperkenankan oleh Tuhan maka ia boleh meneruskan karya pembangunan yang ditinggalkan oleh pimpinan daerah saat ini di Bumi Khenambai Umbay.
Ajakan JMW tersebut disampaikannya saat memenuhi undangan lembaga adat Kampung Sabeap Distrik Kemtuk, Sabtu (29/10) pekan kemarin. Di hadapan ratusan warga Sabeab, ia menerangkan pergumulan panjang dirinya selama ini tentu akan menjadi pergumulan bersama.
Dikatakan, kehadiran dirinya bersama rombongan ke Kampung Sabeap adalah karena di undang oleh Trang (Ondoapi) guna melihat kondisi di kampung tersebut, Bukan undangan untuk pesta tetapi undangan untuk berdoa dan bergumul tentang bagaimana masa depan nanti, apakah akan tetap begini, apakah akan tenggelam habis, ataukah masih ada satu harapan masa depan baru.

Dijelaskan, kedatangannya ke Sabeab atas perintah Trang sebagai raja-raja bumi di Tanah Tabi. Sehingga, yang namanya perintah raja harus di laksanakan. Apa yang menjadi harapan dari Trang dan mungkin masyarakat di Sabeab jika seseorang jadi bupati dapat duduk tinggi, tapi bagi saya kursi bupati untuk melayani.
“Kalau saya tidak duduk di kursi itu maka saya punya rakyat seperti apa, masyarakat di kampung-kampung di danau bagaimana dan bapa ibu di Lembah Grime bagaimana. Kita sama-sama lahir dan besar dari kampung dan turut meraskan susah senangnya juga,” tandasnya.
Dirinya menuturkan, keterlambatan hadir ke Sabeab dikarena ia di undang secara khusus untuk berbicara empat mata dengan mantan Gubernur Papua dua periode, Barnabas Suebu. Dimana, beliau (Bas Suebu-red) mengatakan, bahwa beliau telah mendengar keluhan-keluhan dari banyak orang kalau masyarakat Papua, Tabi, Kabupaten Jayapura sedang berjalan dalam lorong gelap yang panjang.
Pertanyaannya, masih adakah harapan ? beliau berdoa, mudah-mudahan ada lilin yang berada diujung jalan itu, dan mudah-mudahan lorong itu tidak terlalu jauh lagi. “Itu yang kita mau kerja, kita cari cahaya itu supaya kita bisa menemukan masa depan baru untuk kita membangun negeri, membangun diri kita, membangun keluarga kita, membangun adat kita, membangun gereja kita, dan membangun kampung kita,” ungkapnya.
Karena itu, jika seandainya masyarakat Sabeab sepakat, dirinya minta mulai saat ini masing-masing berdoa dengan sungguh-sungguh supaya tetap sehat dan boleh menemukan masa depan yang baru itu dan menikmatinya bersama sebagai bentuk kasih karunia Tuhan.
Masyarakat adat harus bangkit dari Kampung Sabeab, dari seluruh lembah ini, bangkit bersama untuk menemukan masa depan baru yang lebih baik yang sehat, yang sejahtera, yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Ditambahkan, berdasarkan buku yang ditulisnya dengan judul buku ‘Jayapura Emas’. Jayapura Emas adalah suatu cita-cita atau masa depan yang hendak dicapai, Jayapura Emas bukan orang lain bukan barang lain tetapi tentang perubahan dimasa depan.
“Oleh karena itu, baca buku Jayapura Emas dengan baik dan pahami isinya sehingga niat kita untuk membangun daerah ini kedepan benar-benar diwujudkan berdasarkan teori dan pikiran yang telah tertuang di dalamnya,” ajaknya.
Sementara itu, salah satu pemuka masyarakat adat Kampung Sabeab mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi dan terima kasih kepada JMW yang mana dari sejumlah kesibukannya boleh meluangkan waktu datang menjumpai masyarakat.
“Kami masyarakat yang hadir hari ini untuk berjumpa dengan bapa dokter Manangsang bukan hanya dari Sabeab saja tetapi dari beberapa kampung di dataran ini. Baik dari Distrik Kemtuk sendiri, distrik kemtuk gresi, distrik Namblong dan distrik Nimboran,” ujarnya.
Menurutnya, telah lama sekali pihaknya menantikan figur seperti JMW yang mana rela turun menjumpai warga. Dirinya membeberkan, selama bertahun-tahun kampungnya jarang sekali mendapat perhatian pemerintah, sebut saja ada jalan dan jembatan yang rusak parah tapi tidak pernah di perbaiki oleh pemerintah.
“Karena itu,jika bapa dokter kelak dipilih Tuhan untuk menjadi pemimpin maka jangan lupa kami sebagai masyarakatmu. Engkau adalah tokoh adat, karena itu bapa dokter harus melihat kami masyarakat adat di tempat ini. Supaya kami juga bisa merasakan yang namanya pembangunan,’” pintanya.
(YFT)











