Berita Papua, Sentani — Upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jayapura terus digenjot. Salah satu langkah strategis yang diusulkan adalah pembentukan Tim Intensifikasi dan Ekstensifikasi PAD, yang diajukan langsung oleh Staf Khusus Bupati Jayapura Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kelembagaan, Korneles Yanuaring, kepada Bupati Jayapura, Yunus Wonda.
Korneles Yanuaring menegaskan bahwa peningkatan PAD wajib menjadi program prioritas Pemerintah Kabupaten Jayapura.
“Kita harus mampu mandiri dalam hal fiskal daerah dan tidak bergantung pada transfer dari APBN,” ujar Korneles Yanuaring kepada wartawan, Senin (9/3/2026)
Menurutnya, langkah ini menjadi semakin penting mengingat adanya skenario pemangkasan atau penurunan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat. Dengan memperkuat PAD, proses pembangunan di Kabupaten Jayapura tidak akan terlalu terdampak jika kebijakan pengetesan fiskal nasional benar-benar diterapkan.
“Jika transfer anggaran dari APBN dipangkas, tidak akan terlalu berdampak pada proses pembangunan daerah, karena pendapatan asli daerah mampu mempertahankan kemampuan fiskal di daerah,” tegasnya.
Kekhawatiran tersebut sejalan dengan arah kebijakan fiskal nasional. Pemerintah pusat melalui Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengonfirmasi bahwa alokasi Transfer ke Daerah (TKD) pada 2026 diproyeksikan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Pendekatan kesatuan fiskal yang diterapkan pemerintah membuat belanja pusat mengambil porsi lebih besar, sehingga daerah dituntut untuk lebih kreatif dan optimal dalam menggali potensi pendapatannya sendiri .
Korneles menjelaskan, Tim Intensifikasi dan Ekstensifikasi PAD yang diusulkan nantinya diharapkan dapat bekerja secara konkret. Intensifikasi berarti optimalisasi pemungutan pajak dan retribusi dari sumber-sumber yang sudah ada agar tidak bocor, sementara ekstensifikasi berarti perluasan objek pendapatan baru yang selama ini belum tergarap maksimal.
“Kabupaten Jayapura memiliki banyak potensi, mulai dari sektor pariwisata, jasa, perhotelan, restoran, hingga retribusi parkir. Semua ini harus kita kelola dengan baik,” imbuhnya, mengulangi semangat yang pernah ditegaskan Bupati Yunus Wonda dalam berbagai kesempatan terkait digitalisasi retribusi dan penataan pengelolaan aset .
Terkait format dan struktur tim, Korneles Yanuaring mengaku telah mengajukan konsep pembentukan kepada Bupati Jayapura untuk dipelajari dan dipertimbangkan lebih lanjut.
“Saya telah mengajukan kepada Bupati Jayapura untuk dipelajari dan dipertimbangkan, selanjutnya kita menunggu apa yang akan menjadi arahan Bupati Jayapura terkait pembentukan tim tersebut,” pungkasnya.
(Victor Done)











