BeritaPapua.co, Tolikara — Ketua Partai Demokrat Provinsi Papua Willem wandik menyalurkan bantuan kepada korban bencana tanah longsor di 5 Kampung yaitu Kampung Tingwineri, Yiragi, Keragigelok Distrik Numbah dan Kampung Tingwi, Distrik Lianogoma Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pengunungan, Senin (27/3/2023).
Anggota DPR RI Dapil Papua, Willem wandik bersama rombongan mendatangi tempat longsor di lima kampung itu disambut warga korban bencana longsor tampak beberapa warga menghias tubuh dengan tanah, tangis haru dan bersalam salaman ala budaya suku Lani sebagaimana biasanya mewarnai penyambutan itu.
Politisi Partai Demokrat itu bersama rombongan Usai tinjau lokasi longsor langsung menyerahkan bantuan yang diterima 5 orang perwakilan dari 5 Kampung terdampak korban bencana.
Dalam kesempatan itu ia mengakui sebenarnya sudah cukup lama merencanakan bantuan korban bencana di 5 Kampung tersebut, namun karena tingkat kesibukan sangat tinggi sehingga cukup lama tertunda bantuan korban bencana meski baru kali ini tiba di lokasi bencana.
“Puji Tuhan kehadiran kami di lokasi walaupun akhir-akhir ini curah hujan cukup tinggi tetapi Puji Tuhan cuaca sejak pagi hingga sore ini sangat cerah sehingga kami telah menyerahkan bantuan dengan lancer,” ujar Ketua Partai Demokrat Papua Willem wandik.
Dikatakannya bantuan bahan bangunan yang diberikan berupa seng 1.500 lembar lengkap dengan paku, seng plat dan tripleks. Jumlah ini tentu belum cukup karena banyaknya jumlah kepala keluarga yang terdampak bencana tanah longsor.
“Kami menyadari bantuan yang kami berikan ini tidak cukup karenanya kami akan bagun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Tolikara dan Pemerintah Provinsi serta pemerintah pusat bersinergitas memberikan bantuan yang bisa terpenuhi,” imbuh Willem wandik.
Menurutnya penanganan para korban bencana tanah longsor di 5 kampung ini memang butuh perhatian jangka panjang dengan program terencana secara baik. Maka dari itu dibutuhkan dukungan dari semua stakeholder termasuk warga yang terdampak bencana longsor harus mendata setiap kepala keluarga untuk menyiapkan rumah layak huni. Selain itu dihitung lengkap berapa lahan yang harus disiapkan karena perlu ada relokasi warga.
Sementara itu salah satu tokoh masyarakat terdampak bencana longsor Kampung Tingwi yaitu Pandinus karoba menuturkan bencana longsor ini terjadi pada awal bulan Januari 2023 hingga masuk bulan maret 2023 ini masih terjadi longsor. Semua harta benda seperti rumah, ternak, tanaman serta harta benda lainnya tertimbun longsor meski tidak ada korban jiwa karena bencana itu terjadi bertahap sehingga orang bisa menyelamatkan diri ke dataran yang lebih tinggi dan aman.
“Saat terjadi di siang hari dan longsor bertahap sehingga warga bisa menyelamatkan diri,hanya harta benda seperti ternak hewan,kebun, dan rumah serta pakaian semua tertimbun longsor,” pintanya.
Pandinus karoba berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten dan Provinsi, serta Pemerintah Pusat bahkan pihak-pihak pemerhati korban bencana lainnya datang melihat kondisi warga yang terdampak bencana longsor ini. Karena warga saat ini membutuhkan bantuan darurat seperti rumah gubuk darurat,dan pakaian, selimut, sabun serta makanan dan minuman dan kebutuhan mendesak lainnya.
Guna menghindari bencana longsor susulan,semua warga dari 5 Kampung itu telah diungsikan ke rumah – rumah kerabat dibalik gunung yang jauh dari lokasi longsor dan hasil pantauan di lokasi masih terjadi longsor susulan.
(Roy Hamadi)











