Kepulauan Yapen

90 Tahun Injil Masuk di Madumi Dorei, Diperingati Ibadah Bersama dan Peresmian Tugu

11
×

90 Tahun Injil Masuk di Madumi Dorei, Diperingati Ibadah Bersama dan Peresmian Tugu

Sebarkan artikel ini
Penandatanganan Prasasti Peresmian Tugu Masuknya Injil di Daratan Pantai Manduni Dorei Distrik Yapen Utara oleh Sekda Erny Reni Tania

BeritaPapua.co, Serui — Warga masyarakat di distrik Yapen utara merayakan 90 tahun masuknya injil di daratan pantai Manduni dorei, dilakukan dengan cara sederhana, yakni menggelar ibadah bersama dan peresmian tugu pendaratan injil di kampung Dorei.

Prosesi ibadah syukur dipandu pendeta Chritian Tanawani diawali pembacaan sejarah singkat masuknya Injil  di Pantai Manduni Dorei oleh kedua Pioner Mester David Petrus Mangge dan Pioner Mester David Kakori bersama keluarga, yakni  tepat pada hari Selasa sore 1 Agustus 1933.

Sedangkan untuk peresmian tugu pendaratan injil dilakukan oleh Benyamin Arisoi dan  Penandatangan Prasasti Oleh Sekretaris Daerah Kepulauan Yapen Erny Renny Tania serta  Badan Pengurus Sinode GKI di Tanah Papua Pendeta Resly Birahi sekaligus doa Pentahbisan Tugu Injil.

Badan Pengurus Sinode GKI di Tanah Papua, Pendeta Resly Birahi, menuturkan peringatan 90 tahun Injil masuk di pantai Manduni Dorei, merupakan momentum untuk merefleksikan diri dan memastikan bahwa Injil telah mendamaikan umat Tuhan sehingga terus hidup dan menginspirasi diri dalam iman dan saling membangun dalam persekutuan.

Selaku anggota BP Sinode Wilayah 4, Pendeta Resly mengingatkan warga Kiriyou hingga Dorei bahwa sudahkah Injil itu membawa pembaruan dalam hidup kita, sebagaimana tema besar GKI di Tanah Papua dalam periode ini adalah berbicara tentang Pembaruan.

“Sudahkah Injil itu membarui hidup kita, sudahkah kita mengalami perubahan-perubahan yang lebih baik karena Injil, sebagaimana moto GKI di tanah Papua dahulu kamu gelap sekarang kamu terang,” ucap pendeta Resly, Selasa (1/8/2023).

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Kepulauan Yapen Erny Renny Tania dalam sambutannya Mewakili Penjabat Bupati Kepulauan Yapen, Cyfrianus Yustus Mambay, menyampaikan puji dan syukur oleh pertolongan Tuhan, peresmian serta pentahbisan tugu pendaratan Injil dapat terlaksana.

“Saya menyambut baik upaya yang dilakukan oleh jemaat dan masyarakat dalam membangun tugu pendaratan injil ini, dalam rangka menghormati dan mengenang sejarah perjalanan pemberitaan injil yang telah memasuki usia ke-90 tahun, terhitung sejak tahun 1933 silam sampai dengan tahun 2023 saat ini,” kata Sekda Erny Tania.

Menurutnya tugu pendaratan injil diresmikan bersamaan dengan perayaan HUT 90 tahun pekabaran injil, tidak hanya sekedar bersifat seremonial dan monumental saja, melainkan semakin memotivasi dan memacu semangat jemaat untuk terus melayani pemberitaan injil.

Sekda Yapen Erny kembali mengingat, bahwa bila masih ada perilaku maupun perbuatan yang tidak mencerminkan apa yang Tuhan kehendaki di dalam injil, maka hendaknya dapat segera ditanggalkan dan jalani hidup setara kehendak Tuhan.

“Berperilaku hidup sepadan dengan kebenaran terang injil, menjadi nilai dan makna sesungguhnya dari kita merayakan 90 tahun pekabaran injil dan membangun tugu pendaratan injil di pantai Manduni Dorei,” tandasnya.

Diakhir sambutannya Sekda Erny Tania  berpesan agar merawat dengan baik Tugu yang telah dibangun ini sebagai aset milik bersama, yakni milik jemaat masyarakat dan Pemerintah, agar keberadaannya tetap baik dan bisa bertahan untuk jangka waktu yang lama.

Seusai ibadah, dilanjutkan pemberian cindera mata kepada keluarga kedua pioner, serta makan agape bersama dan pertunjukan tarian yosim pancar rohani dari pemuda remaja gereja.

Turut hadir, Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Herzoni Saragih, Wakil Ketua II DPRD Yapen Fredolin Warkawani, anggota DPRD Yapen Fernandes, Roy Palunga, Dandramil Yapen Timur Kapten Inf Masngudi, Kabag Kesra Setda Yapen Kristian G. Berotabui, Kadistrik Yapen Utara Aldius Kanggunum, Kabag Ortal Setda Muhammad Tahir, Kpospol Yapen Utara Bripka F Rumaropen, Tamu undangan, Warga Jemaat serta masyarakat Distrik Yapen Utara.

(A.Ginting)