BeritaPapua.co, Serui — Penantian panjang selama 10 tahun Jemaat Pniel Turu GKI Klasis Yapen Selatan akan berdirinya sebuah Rumah Pastori untuk pelayan Firman di Jemaat itu akhirnya sudah terjawab.
Bangunan baru rumah Pastori yang dibangun sejak tahun 2013 tersebut diresmikan oleh PJ Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen Cyfrianus Yustus Mambay didampingi oleh Wakil Ketua ll Badan Pekerja Sinode Gereja Kristen Injil di Tanah Papua Pdt Gustaf M Wutoy, Sabtu (19/8/2023).
Sebelum diresmikan, Rumah Pastori Jemaat Pniel Turu dilakukan Ibadah pentabiasan terlebih dahulu di gedung Gereja Jemaat Paniel Turu, Setelahnya dilanjutkan peresmian di tandai dengan pengguntingan pita oleh PJ Bupati Cyfrianus Mambay dan penandatanganan Prasasti.
Penyerahan Sertifikat tanah rumah Pastori Pniel Turu oleh Keluarga Mambay dilakukan oleh Ibu PJ Bupati Yapen, Rosita Mambay mewakili keluarga besar Mambay kepada Wakil Ketua ll Sinode Papua Pdt Gustaf M Wutoy.
“Diketahui bahwa rumah pastori di bangun mulai sejak tahun 2013 pada saat mulai awal pelantikan panitia pembangunan mencari dana sampai pada tahun 2019 baru star kerja. Dan di tahun 2023 baru selesai akhirnya hari ini kita resmikan,” tutur PJ Bupati Cyfrianus Mambay
Dia mengatakan bahwa hari ini telah tambah 1 lagi Aset GKI di Tanah Papua. Selaku pemerintah daerah mengucapkan terima kasih atas keteguhan iman para jemaat Pniel Turu Klasis Yapen Selatan yang telah mempersembahkan bangunan ini untuk hamba Tuhan di Kabupaten Kepulauan khususnya di Kampung Turu.
Dirinya berharap ketika hamba-hamba Tuhan menempati rumah ini menjadi rumah tua bagi jemaat dan para pelayanan harus benar-benar bersungguh sungguh melayani jemaat, Karena kerinduan kehadiran rumah ini adalah kerinduan hati dari jemaat untuk hamba Tuhan agar dapat menetap sehingga tidak pulang balik karena dapat mengganggu pelayanan kepada jemaat.
“Harapan pemerintah daerah kepada Pendeta atau Hamba Tuhan ada di sini harus lebih fokus melayani jemaat dengan baik, sebab mereka juga bagian dari warga masyarakat dan warga negara, jika taat pada gereja dan Tuhan tentunya akan berprilaku sehat dan baik juga pada pemerintah,” ucapnya.
Sementara Wakil ketua ll Sinode Papua mengucapkan terima kasih kepada keluarga Mambay yang telah menyerahkan sertifikat tanah bangunan rumah Pastori kepada GKI di Tanah Papua untuk digunakan para hamba Tuhan sebagai rumah pastori.
“Kita bicara pastori harus bicara tindakan itu yang sangat penting bukan kata-kata sehingga menjadi berkat buat jemaat,” ujar Pdt Gustaf M Wutoy.
Turut hadir dalam peresmian rumah Pastori Pniel Turu ini adalah, Waket l DPRD Jasten Simanjuntak, Waket ll DPRD Fredolin Warkawani, Anggota Dewan Roy Palunga, Eko Susilo, Viktor Mambrasar, Mesa Kaibur, staf pakar PJ Bupati Benyamin Wayangkau, para pimpinan OPD, Kepala Kementrian Agama kepulauan Yapen Adolina Wopi, badan pengurus Klasis Yapen Selatan, rombongan perwakilan BP AM Sinode GKI di tanah Papua, ketua LPP DPC PKB Yapen, Ebson Sembai, para pendeta dan jemaat, tokoh adat juga kepala kampung dan Bamuskam serta masyarakat Kampung Turu.
(A.Ginting)











