Kepulauan Yapen

Lomba Dayung Cegeh Suku Ampari Ramaikan Suasana Menyambut HUT RI Ke-78

5
×

Lomba Dayung Cegeh Suku Ampari Ramaikan Suasana Menyambut HUT RI Ke-78

Sebarkan artikel ini
PJ Bupati Kepulauan Yapen Cyfrianus Yustus Mambay bersama rombongan saat berada diatas Speedboad menyaksikan perlombaan Dayung Cegeh di Teluk Ampimoi

BeritaPapua.co, Serui — Lestarikan budaya dayung Cegeh, suku Ampari di Kabupaten Kepulauan Yapen Distrik Teluk Ampimoi menggelar perlombaan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78.

Diikuti 11 Regu dayung perlombaan ini secara langsung disaksikan oleh PJ Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen Cyfrianus Yustus Mambay sekaligus melepas para peserta lomba yang ditandai dengan letusan senjata api.

Turut didampingi Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Herzoni Saragih dan Sekda Erny Renny Tania S. IP jalannya lomba Dayung Cegeh ini sangat menarik perhatian bagi masyarakat yang ikut menyaksikan.

PJ Bupati Cyfrianus Yustus Mambay mengatakan bahwa lomba dayung Cegeh dalam rangka HUT RI ke-78 ini merupakan bagian dari Destinasi Pariwisata yang harus terus di kembangkan, karena menjadi icon wisata budaya yang perlu terus dilestarikan.

“Budaya pertandingan dayung Cegeh ini konon katanya sebelum mulai bertanding para peserta harus makan daun agar menambah kekuatan dalam mendayung nantinya,” ucap pria yang juga berasal dari Suku berbagai ini.

Ia, juga mengatakan perahu Cegeh yang di gunakan bertanding ini bukan asal jadi di buat namun melalui proses yang cukup lama bisa sampai 1 tahun baru jadi, karena ada ukir-ukiran ciri khas kearifan budaya setempat.

Kesempatan itu juga PJ Bupati mengintruksikan kepada Kadis Pariwisata agar semua peserta lomba dayung perahu dari distrik Teluk Ampimoi ditandingkan dengan distrik yang lain di Kabupaten Kepulauan Yapen untuk di persiapkan tampil dalam di Event Sail Teluk Cenderawasih (STC) pada bulan Oktober 2023 mendatang dan harus mendesign batik yang berciri khas budaya Yapen.

Dirinya berpesan kepada seluruh masyarakat di distrik teluk Ampimoi agar terus melestarikan dan menjaga baik budaya dayung perahu yang dulunya digunakan untuk berperang sehingga budaya ini bukan dayung perahu biasa tetapi budaya dayung perahu yang sangat sakral.

“Saya menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat teluk Ampimoi karena hari ini kembali membangkitkan budaya ini. Saya berharap terus dikembangkan sehingga menjadi icon wisata di daerah kita,” ujarnya.

Dirinya pun menitip pesan khusus kepada tua-tua adat di teluk Ampimoi agar mendidik kembali anak-anak muda di kampungnya untuk membuat ukir-ukiran di perahu tersebut, diketahui bahwa ini bukan ukiran biasa apalagi saat ini tidak semua anak muda dapat mengukir-ukiran seperti ini, sehingga kedepan harus ada generasi penerus budaya ini, tidak boleh hilang.

Atas nama pemerintah daerah Pj Bupati Cyfrianus Mambay juga memberikan ucapan selamat kepada para pemenang diantaranya tampil sebagai juara 1 perahu dari Yapamanai perwakilan kampung Arareni, juara ke 2 Perahu Andiansaruri perwakilan dari Distrik Teluk Ampimoi, juara ke 3 perahu Riruwi perwakilan dari kampung Waita dan juara ke 4 perahu Yapa perwakilan dari kampung Ampimoi.

Hadir menyaksikan lomba perahu dayung Cegeh ini Anggota DPRD Yapen, Roy Palunga, Trison Ayomi, Kadis Perikanan, Daniel Reba, Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Nicolas Imbiri, Ketua KNPI Ebson Sembai dan Kadistrik Teluk Ampiamoi.

(A.Ginting)