Berita Papua, Serui — Di Kampung Ansus distrik Yapen Barat Kabupaten Kepulauan Yapen di gelar event bergengsi tradisi Budaya leluhur setempat yaitu Lomba dayung perahu yang di ikuti oleh beberapa kampung di distrik sekitar , Lomba ini sendiri di bagi menjadi 4 bagian di antaranya adalah lomba Dayung beregu diikuti 10 Perahu, pada kelas beregu ini ukuran perahunya sudah ditentukan dan uniknya lagi setiap perahu menampilkan ciri khas adat daerah setempat.
Selain itu adapula lomba dayung pasangan Suami Istri menggunakan perahu hias berukuran kecil diikuti 44 perahu dan lomba dayung putri perorangan menggunakan perahu hias kecil diikuti sebanyak 76 peserta dan kelas perorangan lainnya dengan 61peserta.
Kegiatan lomba dayung perahu di Ansus Yapen Barat ini adalah salah satu budaya leluhur yang kerab dilaksanakan di setiap bulan Desember sejak turun temurun, namun kali ini panitia lomba dayung kembali menggelar di awal tahun baru pada Rabu 3 Januari 2024.
Ketua Panitia Lomba Dayung perahu Jefri Hendry Bisai menuturkan bahwa, penyelenggaraan kegiatan lomba dayung ini bukan pertama kali digelar bagi dirinya melainkan sudah 5 hingga 6 kali.
Kata Jefri bahwa, tujuan dari kegiatan lomba dilaksanakan pada awal tahun baru ini untuk membingkai kebersamaan serta meningkatkan tali silaturahmi antara sesama masyarakat.
“Kita di sini semua keluarga apalagi kita telah tinggalkan 2023 dan kita masuki tahun 2024 dengan membangun silaturahmi kepada semua kerukunan keluarga dan ini adalah tujuan sesungguhnya dari kegiatan ini dapat mempererat tali persaudaraan kita di sini,” ucapnya.
Jefry Bisai mengungkapkan bahwa dirinya kedepan akan menggelar event lomba dayung serupa guna melestarikan tradisi leluhur dengan mengemas lomba semeriah mungkin agar budaya leluhur masyarakat Ansus ini dapat menjadi destinasi wisata dan terkenal.
Menurutnya perahu dayung salah satu tradisi budaya masyarakat Ansus yang harus dijaga dan dilestarikan apalagi biografi kampung Ansus ini memiliki ciri khas berbeda yaitu hampir seluruh rumah tinggal masyarakat rata-rata berada diatas laut atau biasa disebut rumah balabu sehingga aktifitas kesehariannya tidak terlepas dari mendayung perahu baik dari rumah ke rumah maupun saat melaut apalagi sebagian besar warganya bermata pencaharian sebagai nelayan.
“Saya berharap kita terus melestarikan budaya yang sudah diwariskan oleh leluhur, perlu kita tahu dari mana asal-usul kita dan harus melestarikan budaya kita yang ada ini,” ujarnya.
Diketahui untuk para pemenang lomba dayung ini, Panitia memberikan hadiah bukan hanya kepada peserta juara 1 sampai 4 tetapi pemilik perahu yang digunakan oleh peserta dayung beregu juga mendapatkan hadiah.
Sebelumnya kegiatan Lomba Dayung Perahu ini di lepas langsung oleh Ketua Panitia Jefry Hendry Bisai yang juga Putra Bupati Waropen Yermias Bisai, selaku koordinator lomba adalah Yusuf Ronal Worabai, turut menyaksikan perlombaan ini adalah Bupati Waropen Yermias Bisai bersama kekuraga, Kepala Badan Keuangan Waropen Ruben Yason Rumboisano dan Keluarga, anggota DPRD Yapen Pontius Taribaba, perwakilan Polsek dan Koramil serta tokoh adat agama dan para kepala kampong.
(Aga/Ginting)











