BeritaPapua.co, Jayapura — “Kasus baku pukul di Cabor Tinju itu bagian dari Panpel Cabor Tinju jadi kalaupun relawan bukan relawan yang direkrut oleh bidang SDM.”
Demikian pernyataan Koordinator Bidang SDM PB PON XX, Albertho Gonzalez Wanimbo memberikan klarifikasi untuk diketahui bersama agar menghindari kesalahpahaman terhadap aksi tersebut yang membawa-bawa nama relawan sesuai informasi berita yang beredar, kepada awak media di Jayapura, Sabtu (9/10)
Hal tersebut dikatakan AGW untuk menyikapi insiden pertandingan Cabor tinju di venue GOR Cendrawasih Jayapura antara petinju DKI Jakarta, Jil Mandagi tidak menerima kemenangan petinju NTT, Luki Mira Agusto, mengakibatkan aksi spontanitas berbuntut saling adu jotos diluar ring dilakukan oleh relawan Panpel dan atlit tinju DKI Jakarta pada hari Jumat (8/10) kemarin.
Lanjut AGW mengatakan awalnya Ia telah menyiapkan relawan untuk membackup hal-hal teknis yang dibutuhkan Panpel Cabor Tinju namun pihak Panpel menolak tawaran tersebut.
“Kami telah menyiapkan relawan untuk didistribusikan ke venue tinju untuk membantu hal-hal teknis yang dibutuhkan oleh Panpel di venue tinju namun ketua Pertina Papua sendiri menolak relawan yang direkrut oleh bidang SDM untuk bertugas di venue tersebut,” ungkapnya.
Ia pun menyayangkan kejadian pada Cabor Tinju pada kemarin Ia juga berharap agar kejadian tersebut tak boleh terjadi lagi.
“Yang jelasnya kami dari bidang SDM sangat menyayangkan kejadian di venue tinju, kami berharap kedepannya tidak terjadi hal-hal demikian,” pungkasnya.
(RT)











