Hukum

Nasib Malang Menimpa Seorang Karyawan PT. SWPI Tewas Tertimpa Kayu Saat Bekerja

122
×

Nasib Malang Menimpa Seorang Karyawan PT. SWPI Tewas Tertimpa Kayu Saat Bekerja

Sebarkan artikel ini
Tempat kejadian seorang karyawan PT SWPI di Dawai Yapen Timur alami kecelakaan kerja saat mengukur Kayu

BeritaPapua.co, Serui — Nasib malang menimpa Juhari (61) salah satu karyawan PT. SWPI (Sinar Wijaya Playwood Industries) bertugas sebagai mandor locating, mengalami kecelakaan kerja saat sedang mengukur kayu, yang terpaksa harus meregang nyawanya pada Selasa 5 Oktober 2021.

Kapolsek Yapen Timur Iptu Eko Budi Santoso melalui Kanit Reskrim Polsek Yapen Timur Aiptu Ares Suranto saat di konfirmasi membenarkan adanya laporan telah terjadinya kecelakaan kerja yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Ia benar, sekitar pukul 12.30 WIT anggota Polsek disini terima laporan dari anggota pospol PT. SWPI telah terjadinya kecelakaan kerja di dalam perusahaan tersebut dan langsung mendatangi TKP (tempat kejadian perkara),” ujarnya.

“Saat itu korban sedang melakukan pengukuran kayu jenis marsawa yang mana tanpa di sadari ada kayu jenis medang diameter 44 cm pangjang 20,40 cm yang melintang di belakang nya yang dalam keadaan miring yang tiba tiba jatuh dan menindih bagian punggung korban,”ungkap Ares melalui via telepon, Kamis (7/10/2021).

Dikatakannya, saat pihaknya tiba di TKP korban telah di larikan ke klinik perusahaan PT. SWPI guna di lakukan penanganan medis namun dari Dokter klinik tersebut nyatakan bahwa korban meninggal dunia.

“Korban meninggal dunia dan langsung dilakukan pengecekan identitas korban serta dilakukan pemeriksaan kepada beberapa saksi mata”

“Untuk luka dari koordinasi dengan pihak klinik
terdapat bekas / lebam / goresan di dada kiri dan area punggung, teraba krepitus / patahan di tulang rusuk,” terangnya.

Sementara itu pihak perusahaan PT SWPI ketika dimintai keterangannya melalui Humas perusahaan enggan memberikan keterangan bahkan ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat via WA terkait kecelakaan yang menimpa salah satu karyawan hanya menjawab “Tdk perlu Pak Tks.”

(AG)