Hukum

Jaksa Tuntut Pidana 18 Tahun, Kuasa Hukum Rettob: Tidak Rasional, Ini Sudah Lebih Bersifat Balas Dendam

4
×

Jaksa Tuntut Pidana 18 Tahun, Kuasa Hukum Rettob: Tidak Rasional, Ini Sudah Lebih Bersifat Balas Dendam

Sebarkan artikel ini
IMG 20230823 WA0003
Tampak Johannes Rettob dan Silvia Herawati Saat Mendengar Tuntutan Jaksa di PN Jayapura

BeritaPapua.co, Jayapura — Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan pesawat Cessna Grand Caravan C 208 B EX dan Helikopter Airbus H 125 milik Pemkab Mimika yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Kelas IA Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Selasa (22/8/2023).

Dalam tuntutan setebal 223 halaman yang dibacakan Jaksa, Jhon Ilef meminta Majelis Hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa Johannes Rettob dan Silvia Herawati masing-masing 18 tahun 6 bulan kurungan.

“Tuntutan ini tidak rasional ini sudah lebih bersifat balas dendam,” ungkap, Iwan Niode selaku Ketua tim kuasa hukum Rettob dan Silvia usai sidang.

Bahkan Iwan menyebut, selama pihaknya menangani kasus-kasus korupsi dan membandingkan perkara yang sama dilakukan oleh KPK, biasanya paling tinggi tuntutan hanya pidana 9 tahun.

“Ini dua kali lipat daripada itu. Oleh karena itu kita menyimpulkan bahwa ada kemarahan di dalam tuntutan ini. Ada unsur balas dendam dilakukan oleh Jaksa terhadap kasus ini tercermin melalui tuntutan,” tegasnya.

“Tetapi kami mengatakan bahwa itu adalah hak jaksa karena memang hak dia untuk mengajukan tuntutan berapapun yang dia mau,” bebernya.

Iwan juga menyampaikan bahwa pekan depan pihaknya mendapatkan giliran untuk melakukan pembelaan terhadap tuntutan Jaksa.

“Di dalam persidangan kita bisa menonton persidangan itu secara live. Artinya bahwa kita akan mengajukan pembelaan berdasarkan fakta-fakta juga yang terungkap di persidangan yang diketahui oleh semua orang, kita tidak mau memanipulasi,” bebernya.

Sebab menurutnya, dalam proses persidangan pihaknya telah bersepakat bahwa tidak ditemukan adanya kerugian negara dalam perkara tersebut.

“Kita sudah bisa membuktikan itu lewat keterangan-keterangan saksi keterangan ahli bahkan ahli yang diajukan oleh Jaksa itu sendiri,” pungkasnya.

(Renaldo Tulak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *