Info Jayapura

Nyaris Tewas, Warga Polimak Teriak Minta Tolong saat Api Melalap Rumah Tetangga

0
×

Nyaris Tewas, Warga Polimak Teriak Minta Tolong saat Api Melalap Rumah Tetangga

Sebarkan artikel ini
Tampak petugas pemadam kebakaran saat memadamkan api di sebuah rumah milik warga ludes dilalap si jago merah.

Berita Papua, Jayapura — Suasana dini hari di kawasan padat penduduk Polimak I Genjer, Kelurahan Ardipura, Distrik Jayapura Selatan, mendadak mencekam pada Minggu (8/3/2025). Sebuah rumah milik warga ludes dilalap si jago merah, sementara seorang saksi mata nyaris menjadi korban saat berusaha menyelamatkan diri dan membangunkan warga lainnya.

Peristiwa nahas itu bermula sekitar pukul 04.30 WIT, saat Piet Mansoben (62), warga setempat, terbangun dari tidurnya. Dari dalam rumahnya, ia melihat kepulan asap tebal disertai percikan api yang menyembur dari bagian belakang rumah tetangganya, Amandus Borsave.

Tanpa berpikir panjang, Piet bergegas keluar rumah. Namun, api telah membesar dengan cepat dan mulai merambat ke bagian atap. Dalam kondisi nyaris terjebak, ia berteriak sekencang-kencangnya meminta tolong sambil membangunkan warga lain yang masih terlelap.

“Api langsung membesar dengan cepat. Saya lihat dari bagian belakang rumah Pak Amandus, langsung saya teriak minta tolong. Kalau tidak, bisa merambat ke rumah saya juga,” beber Piet.

Terikan Piet membangunkan sejumlah warga. Sebagian berusaha menyelamatkan barang berharga, sebagian lainnya mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, kobaran api yang terus membesar memaksa mereka mundur dan menunggu bantuan petugas.

Laporan warga langsung terpantau oleh Piket Samapta Polda Papua melalui komunikasi radio HT. Informasi tersebut segera diteruskan ke Polresta Jayapura Kota yang langsung memobilisasi tim ke lokasi.

Tim gabungan dari Piket Satuan Tugas Pelayanan Terpadu (SPKT) dan Personel Samapta Regu II yang dipimpin Perwira Pengamanan (Pamapta) Ipda Febrian Tamimi, tiba di lokasi hanya dalam hitungan menit, tepat pukul 04.50 WIT.

“Kami langsung melakukan pengamanan di sekitar TKP, mengatur arus lalu lintas, dan berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran yang juga sudah tiba,” jelas Ipda Febrian.

3 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dan satu unit mobil water supply dikerahkan untuk menjinakkan api yang terus berkobar. Upaya pemadaman berlangsung dramatis mengingat akses jalan yang sempit dan kondisi kawasan yang padat. Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 06.00 WIT.

Ipda Febrian Tamimi membenarkan bahwa rumah yang terbakar milik Amandus Borsave. Beruntung, saat kejadian rumah dalam keadaan kosong karena pemilik sedang tidak berada di tempat.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah,” ungkapnya.

Pascakebakaran, Tim Identifikasi Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Jayapura Kota tiba di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Garis polisi dipasang di sekeliling rumah guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredickus W.A Maclarimboen mengapresiasi respons cepat jajarannya sekaligus memanfaatkan momentum ini untuk mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

“Dengan respon cepat dari aparat kepolisian, kami akan selalu berupaya memberikan rasa aman dan kondusif kepada seluruh masyarakat Kota Jayapura. Kami imbau warga untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik dan tabung gas. Segera laporkan kejadian apapun kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani dengan cepat,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih belum dapat ditentukan. Pihak kepolisian masih menunggu hasil analisis dari Tim Laboratorium Forensik (Labfor) untuk memastikan asal mula api, apakah akibat korsleting listrik atau faktor kelalaian lainnya.

(Redaksi)