Nasional

Putra Papua Pertama Jabat Direktur Urusan Agama di Kementerian RI, Alumni Lemhannas Apresiasi Menag

9
×

Putra Papua Pertama Jabat Direktur Urusan Agama di Kementerian RI, Alumni Lemhannas Apresiasi Menag

Sebarkan artikel ini
Otniel Deda

BeritaPapua.co, Jayapura — Wakil ketua Alumni Lemhanas RI Provinsi Papua, Otniel Deda (OD) memberi apresiasi Menteri Agama yang telah melantik putra asli Papua pertama menduduki jabatan direktur urusan agama di Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pasalnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Pendeta Amsal Yowei kini menjadi Direktur Urusan Agama Kristen Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI dilantik oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Quomas.

“Terimakasih kepada bapak Menteri Agama Republik Indonesia yang telah mempercayakan putra terbaik dari Tanah Papua untuk menduduki salah satu direktur urusan agama Kristen di kementerian agama,” ujar OD kepada awak media beritapapua.co melalui pesan chat WhatsApp, Rabu (15/2/23)

Menurut OD, Ini merupakan satu langkah maju dalam mengakomodir anak asli yang sudah teruji menjaga toleransi dan keberagamaan di Tanah Papua.

“Satu bukti bahwa membangun keberagamaan bangsa yang besar yang berbeda-beda tapi tetap satu, dimana Papua satu provinsi di Indonesia timur yang menjadi barometer dan menjaga kerukunan,” paparnya.

Sehingga, kata dia, perwakilan putra asli Papua bisa membawa gerakan reformasi, mendukung dan menjaga hubungan baik antar sesama pemeluk agama.

“Semoga perwakilan dari Tanah Papua ini bisa membawa 1 gerakan reformasi dan mendukung pekerjaan-pekerjaan pelayanan antara lintas agama untuk tetap hidup rukun, menjalankan semua ibadah dengan tetap memberikan toleransi dan juga memberikan hubungan yang baik antara sesama agama di Indonesia,” beber OD.

Ia juga meminta, agar semua pemeluk agama bisa menjadi kekuatan bersama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Mari kita bergandengan tangan menjaga persatuan sesama anak bangsa dari Sabang sampai Merauke dan sesama agama untuk bisa menjaga Papua, menjaga Indonesia lebih aman, damai dan semua boleh melaksanakan aktivitas agama dengan baik, aman, tentram dan tanpa ada gangguan pelarangan dan apapun yang menggangu ibadah dari masing-masing pemeluk agama,” tuturnya.

(RT)