Papua

Perayaan Natal di Kampung Atamali Ditunda, Menanti Kepastian Jadwal Gubernur Papua

0
×

Perayaan Natal di Kampung Atamali Ditunda, Menanti Kepastian Jadwal Gubernur Papua

Sebarkan artikel ini
Tampak Yo Ondofolo Ramses Wally (kanan) dan Ondofolo Kampung Atamali, Septinus Ibo (kiri).

Berita Papua, Sentani — Perayaan Natal yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Desember 2025 di Kampung Atamali, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, harus ditunda menyusul panggilan mendadak Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri (MDF) ke Jakarta oleh Presiden.

Penundaan ini disampaikan langsung oleh Yo Ondofolo Ramses Wally dan Ondofolo Kampung Atamali Septinus Ibo kepada BeritaPapua.co, Sabtu (20/12/2024).

“Setelah Gubernur Papua kembali, kami akan mendengar langsung komunikasi beliau mengenai tanggal pengganti perayaan Natal yang tertunda. Apakah akan dilaksanakan di waktu dekat atau dijadwalkan bersamaan dengan perayaan akhir tahun 2025-2026 di Kampung Atamali,” ujar Yo Ondofolo Ramses.

Ramses Wally menjelaskan, perayaan Natal di Kampung Atamali memiliki makna khusus karena kampung tersebut merupakan satu-satunya dari lima kampung di wilayah Danau Sentani yang memberikan dukungan penuh kepada pasangan Mari-Yo (Mathius Derek Fakhiri dan Aryoko Rumaropen) dalam Pilkada Papua.

“Natal tidak dibatalkan, hanya ditunda. Masyarakat Kampung Atamali tetap mengharapkan kehadiran Bapak Gubernur karena ini menyangkut harga diri dan perasaan masyarakat Atamali yang harus dijaga. Kami ingin tetap menjadi pendukung setia Mari-Yo hingga dua periode,” tegasnya.

Sementara itu, Ondofolo Kampung Atamali Septinus Ibo menyampaikan ucapan selamat Natal kepada Gubernur Papua meski perayaan bersama tidak terlaksana sesuai rencana.

“Kami tidak minta penghormatan dari Bapak Gubernur, tapi kami ingin beliau menghargai kami. Selamat Natal dan Tahun Baru kepada Gubernur Papua, semoga Tuhan memberkati setiap tugas yang dijalankan,” kata Septinus.

Ia menegaskan, seluruh masyarakat Kampung Atamali mendukung penuh program Gubernur Papua dan berharap mendapat kepastian jadwal pengganti dari pihak gubernur.

“Natal hanya ditunda sampai Bapak Gubernur memberikan kepastian tanggal. Kemungkinan akan dilaksanakan menjelang akhir tahun, namun ketentuan waktu akan disampaikan langsung oleh Bapak Gubernur,” jelasnya.

Septinus juga menegaskan bahwa meski kecil, masyarakat Kampung Atamali memiliki makna penting dan menyampaikan salam hormat kepada Gubernur Papua.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Gubernur Papua mengenai jadwal pengganti perayaan Natal di Kampung Atamali.

(Yan Mofu)