Pendidikan

Wujudkan Pendidikan Berkarakter, 20 Mahasiswa Asli Papua Terima Beasiswa Dari Yayasan Pepera

0
×

Wujudkan Pendidikan Berkarakter, 20 Mahasiswa Asli Papua Terima Beasiswa Dari Yayasan Pepera

Sebarkan artikel ini
Tampak 20 Mahasiswa Asli Papua keluarga Pejuang Pepera foto bersama saat menerima bantuan beasiswa secara simbolis di gedung Papua Youth Creative Hub (PYCH).

Berita Papua, Jayapura — Yayasan Pepera menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan kepada 20 mahasiswa dari keluarga mantan pejuang Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) di Papua.

Penyerahan bantuan beasiswa tersebut berlangsung di Gedung Papua Youth Creative Hub (PYCH) Abepura, Kota Jayapura, Papua, Jumat (6/2/2026).

Mengusung tema “Membangun Generasi Pepera Yang Unggul Berkarakter”, bantuan beasiswa tersebut dibagikan kepada mahasiswa dari 3 perguruan tinggi, yakni Universitas Amal Ilmiah (Unaim) Yapis Wamena (5 orang), Universitas Baliem Papua (5 orang), dan Universitas Cenderawasih (10 orang).

Pengurus Yayasan Pepera, Lidya Astrid Meset, yang mewakili Ketua Yayasan menjelaskan, penyaluran beasiswa merupakan komitmen yayasan dalam mendukung pendidikan tinggi, khususnya bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga pejuang Pepera.

“Kami meyakini bahwa pendidikan merupakan salah satu pilar utama bagi pembangunan bangsa ke depan,” ujar Lidya.

Tampak foto bersama usai penyerahan beasiswa kepada 20 Mahasiswa Asli Papua mantan Pejuang Pepera.

Lidya menambahkan, program beasiswa ini akan dievaluasi setiap 3 bulan untuk pengembangan lebih lanjut. Yayasan juga berencana memperluas cakupan melalui jalur afirmasi guna mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat.

“Penyerahan beasiswa ini merupakan langkah awal yang kami lakukan. Ke depannya kami akan mengutamakan jalur afirmasi agar mendapatkan kuota yang lebih besar untuk anak-anak mantan pejuang Pepera,” jelasnya.

Yayasan Pepera berharap beasiswa ini dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab untuk menunjang akademik dan memotivasi penerima mengembangkan diri serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Papua.

Salah satu penerima beasiswa, Chartenz Charly W. Bulibal, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Unaim Yapis Wamena, mengaku sangat bersyukur. Sebagai anak yatim, ia selama ini bekerja sampingan untuk membiayai kuliahnya hingga semester 3.

“Ketika diinformasikan oleh Ibu Kaprodi sebagai mahasiswa dengan IPK tertinggi semester kemarin dan berhak menerima beasiswa ini, saya sangat senang. Ini adalah anugerah yang luar biasa bagi saya,” ungkap Chartenz.

Pemuda asal Wamena yang berasal dari daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) ini bertekad membuktikan bahwa anak bangsa dari daerah terpencil juga mampu meraih prestasi.

“Saya berjanji akan memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, belajar dengan giat, dan berkontribusi positif bagi masyarakat dan negara. Saya ingin membuktikan bahwa anak yatim dari daerah 3T juga bisa bermimpi besar dan mencapainya,” tegasnya.

Sementara itu, Demianus Ilintamon, mahasiswa Jurusan Antropologi Universitas Cenderawasih asal Yalimo berharap program ini dapat diperluas agar lebih banyak mahasiswa dari Papua dan Papua Pegunungan mendapatkan bantuan serupa.

“Ini sangat membantu kami yang mempunyai kekurangan dan latar belakang orang tua dengan keterbatasan ekonomi. Kami berharap ke depan pemerintah dan dinas terkait bisa berkolaborasi dengan Yayasan Pepera untuk kelancaran program ini,” harap Demianus.

Yayasan Pepera merupakan lembaga yang berfokus pada bidang pendidikan dengan menitikberatkan pemberian beasiswa kepada keluarga mantan pejuang Pepera. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua melalui akses pendidikan tinggi dan pembentukan karakter generasi muda. (*)

(Renaldo Tulak)