Kabupaten Jayapura

John Manangsang Wally: Sukses KMAN Adalah Sukses Bersama

4
×

John Manangsang Wally: Sukses KMAN Adalah Sukses Bersama

Sebarkan artikel ini
Salah satu tokoh masyarakat adat Buyakha (Sentani), John Manangsang Wally

Beritapapua.co, Sentani – Salah satu tokoh masyarakat adat Buyakha (Sentani), John Manangsang Wally mengatakan, suksesnya pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) IV Bulan Oktober mendatang di Papua dan khusunya di Tanah Tabi hendaknya menjadi sukses bersama antara semua komponen di daerah ini.

“Untuk sukses bersama itu, maka semua pihak baik pemerintah, tokoh adat, perempuan, pemuda dan masyarakat pada umumnya di tanah ini harus Bersatu. Kita tinggalkan perbedaan, bersatu sukseskan KMAN IV,” ujar pria yang kesehariannya sebagai seorang dokter, saat di temui media ini di Cafe Efka Hawai Sentani, Selasa (30/08).

Dikatakan, rencana penyelenggaraan kongres masyarakat adat nusantara di Kabupaten Jayapura telah tersusun dengan baik. Ini terlihat dari keaktifan panitia yang telah bekerja secara maksimal, termasuk di dalamnya sudah menyampaikan kepada khalayak umum lewat berbagai ruang dan media yang ada.

Tetapi tak ditampik, jika sampai dengan saat ini masih juga ditemukan adanya para pihak yang merasa tidak puas dan menggunakan media serta ruang-ruang publik yang ada untuk menolak bahkan mengecam kerja-kerja panitia. Lebih frontal lagi, mengancam akan memboikot KMAN IV.

Menurutnya, yang terpenting sekarang adalah bagaimana KMAN ini harus sukses. Terlepas dari berbagai macam gunjingan yang selama ini terjadi. Untuk suksesi itu, maka semua pihak di daerah ini wajib memberikan perhatian sebab dalam KMAN itu sendiri akan di bahas dan dirumuskan mengenai eksistensi masyarakat adat yang berbudaya dan berjati diri.

Sebagai tuan dan nyonya rumah pelaksanaan KMAN IV, sukses kongres adalah bentuk pertaruhan harga diri masyarakat adat. Dengan demikian, apapun bentuk perbedaan pendapat yang selama ini terjadi harus disudahi, kurung waktu tersisa satu bulan lebih hendaknya dimanfaatkan secara baik untuk mempersiapkan segala sesuatu demi menunjang kelancaran kongres nanti.

“Dengan melihat tanggapan publik, kadang ada tanggapan pro ada lagi tanggapan kontra. Itu yang selalu muncul saya lihat, artinya ada pandangan kontra produktif. Mungkin Saya menginginkan kita harus ada di jalur tengah, kita jalan tengah merangkul sisi kanan dan merangkul sisi kiri merangkul pada pihak pemerintah dan panitia tapi kita juga harus merangkum masyarakat adat dan masyarakat pada umumnya,” ungkapnya.

Artinya, lanjut Manangsang, tidak boleh ada yang tertinggal di situ, ini satu peristiwa besar yang bisa memberi manfaat. Jadi keduanya harus terangkul dengan baik, terakomodir dengan baik, entah pemerintah dan panitia selaku penyelenggra tetapi juga semua komponen masyarakat yang selama ini kontra.

Disinggung mengenai persiapan seperti apa yang menjadi fokus di sisa waktu ini, Ia menerangkan, pembangunan infrastruktur yang perlu mendapat atensi dari panitia. Infrastruktur yang dimaksud seperti, pembangunan pendopo adat atau Obhe dari para raja-raja bumi yakni Ondoapi.

Selain itu, jika ada Obhe yang tidak memenuhi syarat maka itu bisa di rehab. Sekaligus membangun sejumlah infrastruktur pendukung seperti dapur tetapi juga toilet di sekita Obhe. Hal lain yang tak kalah perlunya adalah pembangunan tambatan perahu atau jembatan di kampung-kampung agar mempermuda akses trasportasi danau demi kelancaran perjalanan peserta KMAN.

Dirinya menambahkan, infrastruktur lain yang perlu mendapat perhatian seperti jalan di sekitar Pantai Yahim karena tamu-tamu KMAN yang hendak ke beberapa kampung di Danau Sentani akan lewat disana. Hal lain juga adalah, pembangunan atau rehab rumah para Ondoapi.

Dengan demikian, para tamu atau peserta yang akan menginap dan melakukan aktivitas di kampung-kampung benar-benar merasa nyaman dan terlayani dengan baik akibat tersedianya infrastruktur-infrastruktur penunjang seperti yang telah ia sebutkan.

“Dari semua itu adalah, bagaimana KMAN IV yang akan dilaksanakan pada Bulan Oktober di Kabupaten Jayapura harus di kemas secara baik sehingga pelaksanaannya harus sukses, serta kesukseskan itu dapat dirasakan masyarakat lewat meningkatnya perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

(YFT)