Kabupaten Jayapura

2 Perempuan Kalbar Apresiasi Pelayanan Masyarakat Adat di Tanah Tabi

1
×

2 Perempuan Kalbar Apresiasi Pelayanan Masyarakat Adat di Tanah Tabi

Sebarkan artikel ini
Angela Kasian dan Vianney PING (MC KMAN)

BeritaPapua.co, Sentani — Dua perempuan peserta Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI asal Kalimantan Barat (Kalbar) mengaku senang bisa mengikuti kongres adat di Tanah Tabi.

Kedua perempuan asal Kalimantan Barat (Kalbar) adalah Angela Kasian, Suku Tamambalo, Desa Ulakpao, Kecamatan Mabalo Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu dan Vianney Ping, tinggal di Desa Kayaam Mendalemy.
Keduanya menuturkan hal yang sama atas kesan mereka selama KMAN ke- VI berlangsung di Sentani, Kabupaten Jayapura.

”Kami sangat senang sekali ketika berada di Papua, Jayapura, Sentani. Kami tinggal di kampung Yakonde, di tepia danau Sentani. Di sana, kami tinggal dengan kepala suku. Orang-orang disekitar sangat ramah. Kami cukup mendapat pelayanan yang baik. Sulit kami gambarkan kebaikan mereka. Kami hanya mengucapkan trima kasih,”kesan keduanya.

Untuk proses KMAN, katanya sudah berjalan baik, Kerja-kerja panitia, mendapat apresiasi Angela dan Vianney hingga makan dan transportasi.

Kesan lain soal sosial politik di Papua. Keduanya menuturkan,” Sebelum ke Papua, banyak informasi melalui media, kami dengar dan lihat tentang kehidupan sosial masyarakat yang sedikit”menggambarkan kondisi dari sisi keterbelakangan. Setelah kami datang dan lihat sendiri, rupadanya tidak demikian.”

Untuk itu, keduanya menambahkan, “Lusa(31/10), kami akan kembali ke Kalbar. Kemungkinan, kami tidak ikut penutupan KMAN besok,Minggu,30/10-2022. Meski demikian, ada rindu kami untuk suatu saat bisa kembali lagi ke Papua. Sungguh satu pertemuan yang sulit untuk saya lupakan.”

Meskipun diakui perjalanan ke Papua cukup panjang. Begitu yang digambarkan Angela,” Dari Kalimantan ke Pontianak, Jakarta, Makassar dan Jayapura. Dengan biaya tiket Rp 6 juta lebih sekali terbang. Itu bukan ukuran bagi kami. Lamanya perjalanan, cukup melelahkan kami. Rasa lelah itu telah terbayar dengan mengalami semua pelayanan yang luar biasa dari masyarakat di sini,”kesan mereka dua.

“Apalagi di kampung Yakonde kita sudah seperti bersaudara, terima kasih, Jayapura,” tutupnya.

(YFT)