BeritaPapua.co, Sentani — Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Jayapura mendorong semua kampung yakni 119 kampung di Kabupaten Jayapura agar merampungkan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kampung (Musrenbangkam) di akhir tahun ini.
Demikian dijelaskan Kepala DPMK Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra kepada media ini saat di temui di ruang kerjanya, kemarin. Dirinya mengingatkan, bahwa tahun 2023 akan masuk dengan segala program dan perencanaan oleh karena itu kampung-kampung harus siapkan saat ini sesuai dengan waktu yang ada.
Dikatakan, sejak pekan kemarin pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada kampung-kampung terkait petunjuk teknis pelaksanaan Musrenbang kampung. Dalam sosialisasi tersebut, kampung-kampung di arahkan untuk menyelenggarakan Musrenbang hendaknya berdasarkan petunjuk teknis, termasuk juga mengenai jadwal musrenbang kampung di wilayah pembangunan satu, wilayah pembangunan 2, wilayah pembangunan 3 dan wilayah pembangunan 4.
“Mulai bulan Oktober proses rembuk-rembuk warga terkait program prioritas kebutuhan pembangunan tahun 2023, persoalan-persoalan yang dihadapi, kemudian apa yang menjadi kebutuhan untuk diputuskan bersama guna di biayai dengan dana kampung di tahun depan,” tandasnya.
Selain itu, untuk perencanaan harus selesai di dua bulan terakhir ini, dengan demikian, perencanaannya, dokumennya bisa termuat dalam Rencana Kerja Pemerintah Kampung (RKPK) sehingga bulan Januari masuk penetapan dan pengesahan kemudian bulan Februari atau akhir bulan Januari sudah bisa menyalurkan dana kampung.
Menurutnya,belajar dari pengalaman sebelumnya bahwa proses penyaluran dana itu molor sampai bulan Maret atau April dan ini berdampak kepada penyaluran berikutnya, sehingga terkadang sampai bulan Desember, bulan November pihaknya masih dalam proses penyaluran karena proses awalnya lambat.
Untuk tahun 2023, lanjutnya, tidak lagi demikian, pihaknya akan percepat proses perencanaan itu dengan dokumen yang sudah selesai di 2022 ini, supaya Januari 2023 sudah mengesahkan dan menetapkan sekaligus menginput dalam sistim.
“Kita fokus di awal perencanaan ini dengan waktu yang benar-benar kita efektifkan sehingga kalau perencanaannya baik pasti pelaksannnanya juga baik. Pelaksanaannya baik pasti pemanfaatannya atau penerima manfaatnya masyarakat di kampung akan mendapat manfaat juga dengan baik, dan kalau itu baik pasti laporan juga baik. inilah sebuah siklus keberhasilan sebuah program pembangunan,” ungkap Yarusabra.
(YFT)











