Kabupaten Jayapura

KMAN dan FDS Jadi Momentum Peluncuran KTP Elektronik

0
×

KMAN dan FDS Jadi Momentum Peluncuran KTP Elektronik

Sebarkan artikel ini
Bendera Aliansi Masyarakat Adat Nusantara

BeritaPapua.co, Sentani — Pemerintah Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua menjadikan pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI dan Festival Danau Sentani (FDS) ke-16 jadi momentum peluncuran Kartu Tanda Penduduk (KTP) Digital.

“Di Provinsi Papua kami yang kedua mulai melaksanakan KTP Digital atau KTP-el setelah Kota Jayapura sehingga dengan adanya KMAN dan FDS kami harap masyarakat Kabupaten Jayapura bisa cepat mengetahui informasi ini karena kami juga membuka layanan kependudukan di FDS,” papar Kepala Bidang Pelayanan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Kabupaten Jayapura Mesiyo dalam siaran pers di Jayapura, Rabu (26/10/22).

Menurutnya, masyarakat yang hadir pada KMAN dan FDS cukup antusias dalam mengikuti program KTP Digital.

Terlihat dari antrian masyarakat di stan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jayapura untuk membuat KTP digital yang terkoneksi dengan Kartu Keluarga digital.

“Ini sudah hampir 20 orang sejak kami mulai mengumumkan dimulai KTP-el di FDS,” ujarnya.

Mesiyo menjelaskan program tersebut telah terkoneksi dengan Disdukcapil Provinsi Papua sehingga masyarakat di Kabupaten Jayapura tidak perlu membawa KTP fisik lagi jika harus mengurus dokumen kependudukan yang memerlukan KTP dan Kartu Keluarga (KK).

“Namun masyarakat tetap membawa KTP fisik khususnya yang tidak memiliki hanphone android karena kami baru saja menyiapkan platform dalam sistem Android untuk mengakses KTP-el,” katanya lagi.

Dia menambahkan pihaknya optimis bisa satu persen masyarakat Kabupaten Jayapura bisa memiliki KTP-el dalam setahun setelah peluncurannya karena memiliki berbagai kelebihan jika dibandingkan dengan KTP Fisik.

Selain itu, platform tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat yang berada di wilayah pedalaman atau sulit di jangkau jika harus membuat KTP fisik ke Kabupaten.

“Di wilayah kami masih banyak warga yang distrik atau kecamatannya berlokasi jauh dari sini, bahkan harus menempuh jalan darat hinggga 10 jam atau harus menyusuri Sungai Membramo hingga seharian, karena itu mereka terbantu dengan KTP Digital,” katanya.

(RT)