Kabupaten Jayapura

Bantu Rehab Gedung Gereja Saat Aktif Jabat Bupati, Jemaat GKI Tiray Sgluwoy Berterimakasih

2
×

Bantu Rehab Gedung Gereja Saat Aktif Jabat Bupati, Jemaat GKI Tiray Sgluwoy Berterimakasih

Sebarkan artikel ini
Mantan bupati Jayapura dua periode, Mathius Awoitau di dampingi oleh Ketua Jemaat, Pnt. Hendrik Elly dan majelis jemaat saat bersalaman dengan warga jemaat

BeritaPapua.co, Sentani — Mantan Bupati Jayapura 2 periode, Mathius Awoitauw saat menjabat pernah memberikan bantuan kepada Jemaat GKI Tiray Sgluwoy, Klasis Kemtuk Gresi yang kala itu jemaat sedang merehab gedung gereja.

Waktupun berlalu, kini gedung gereja tersebut berdiri kokoh, megah nan indah di ketinggian Kampung Bring Distrik Kemtuk Gresi, dengan pemandangan penuh pesona terlihat ke bawa terhempas hamparan dataran Grime.

Walaupun tidak lagi aktif menjabat sebagai bupati, namun kebaikan hati seorang Mathius Awoitauw yang telah membantu terus terpatri dalam derap langkah pelayanan di jemaat itu hingga akhirnya di undangan merayakan ibadah Paskah Ke-II bersama jemaat GKI Sgluwoy dan jemaat-jemaat lain di lingkungan Gresi, Klasis Kemtuk Gresi, Senin (10/4/2023)

Ketua Jemaat GKI Sgluwoy, Pnt. Hendrik Elly usai ibadah di hadapan warga jemaat mengatakan, pihaknya mengundang mantan bupati Jayapura dua periode hadir dalam ibadah Paskah Ke- II adalah untuk menyampaikan rasa terima kasih jemaat atas bantuannya saat rehab gedung Gereja dilakukan waktu itu.

“Sebagai ketua jemaat, atas nama jemaat saya menyampaikan terima kasih kepada bapa mantan bupati, yang sudah membantu kami. Berkat bantuan bapa Awoitauw dan partisipasi jemaat hari ini gedung gereja bisa direhab seperti saat ini,” ujar ketua jemaat Sgluwoy
Pihaknya tidak menampik, tetapi mengakui bahwa sewaktu menjabat, Mathius Awoitauw telah banyak berbuat, baik kepada gereja, pemerintah dan adat. Sebuah perhatian besar yang diberikan kepada jemaat khususnya, dan umumnya Kampung Bring adalah, perayaan hari pribumi yang di pusatkan di Kampung Bring kala itu.

Hendrik juga menyebut, MA telah memberikan proteksi kepada masyarakat adat. Salah satunya adalah, menitipkan hutan adat untuk dijaga dan di rawat oleh masyarakat setempat yang notabene adalah anggota jemaat.

“Menjaga hutan dan tanah yang adalah titipan Tuhan menjadi mutlak untuk kami lakukan, bukan saja oleh lembaga adat, tetapi juga kami gereja turut bertanggungjawab dan menyerukan untuk menjaga hutan dan tanah,” tandasnya.

Ditempat yang sama, mantan bupati Jayapura dua periode, Mathius Awoitauw mengatakan, membangun gereja di tanah ini bukan saja menjadi tanggungjawab pihak gereja tetapi menjadi tanggungjawab bersama, termasuk pemerintah.

“Saya mengajak kepada kita sekalian untuk mengucap syukur kepada Tuhan yang telah menganugerahkan hikmat dan berkatnya kepada kita, sehingga dalam berbagai tanggungjawab kita terus menjadi saluran berkat bagi orang lain,” ajaknya.

Menurutnya, gereja dari waktu ke waktu terus bergumul atas pelayanan. Dalam pergumulan tersebut, setiap pihak turut memberi topangan agar kedepan jemaat-jemaat menjadi penopang utama berdirinya dan berjalannya Gereja Kristen Injili di Tanah Papua.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada semua anggota jemaat, baik Jemaat GKI Sgluwoy dan jemaat-jemaat di lingkungan Gresi atas semua dukungan dan kerjasamanya saat saya masih aktif menjabat bupati. Begitu juga kepada hamba-hamba Tuhan, Pendeta, Penatua, Syamas, Badan Pelayan Unsur. saya menyampaikan terima kasih untuk doa-doanya, sehingga pemerintahan waktu itu boleh berjalan dengan baik hingga akhir masa jabatan,” ungkapnya.

Mathius menyadari bahwa, pada saat kepemimpinannya waktu itu dukungan gereja sangat luar biasa dia rasakan. Pemerintah tidak berjalan sendiri, namun ada gereja yang selalu mendoakan, karena membangun masyarakat sama halnya membangun warga jemaat.

(Yanpiet Festus Tungkoye)