BeritaPapua.co, Jayapura — Menyoal 4 Partai Politik (Parpol) dalam Koalisi Lukmen Jilid ll yang belum sepakat menandatangani berita acara kesepakatan 2 nama calon wakil gubernur Papua, calon wakil gubernur Papua, Kenius Kogoya menegaskan kondisi saat ini, Gubernur Papua, Lukas Enembe membutuhkan wakil gubernur secepatnya untuk menjalankan roda pemerintahan ini dengan baik, tentunya untuk kepentingan rakyat Papua.
“Sudahlah, hentikan segala macam bentuk manuver – manuver politik dengan segala macam kepentingan kelompok tertentu, hentikan itu. Kita lihat kepentingan yang besar, itu sesungguhnya yang harus kita lihat. Ya, harus berjiwa besar, sebagai pemimpin harus berjiwa besar untuk kepentingan semua orang, jangan lihat kepentingan pribadi dan kelompok, itu tidak boleh,” tegas Kenius kepada awak media di Kota Jayapura, Kamis (20/8)
Kenius Kogoya yang juga sebagai Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Papua meminta kepada partai politik (parpol) dalam Koalisi yang belum menandatangani berita acara kesepakatan itu untuk tidak membenturkan Kepentingan kelompok tertentu dengan kepentingan rakyat.
“Mestinya semua setuju pertimbangan gubernur itu. Jangan membenturkan kepentingan kelompok atau partai dengan proses yang sedang jalan, karena kepentingan kita hari ini bukan kepentingan partai atau kepentingan kelompok tertentu, melainkan kepentingan rakyat Papua, itu yang mendasar,” tandasnya.
Kenius kembali menegaskan jika Gubernur Papua sangat membutuhkan sosok seorang wakil gubernur untuk melaksanakan pemerintahan di Provinsi Papua.
“Dalam kondisi beliau yang belum fit, beliau membutuhkan wagub segera. Itu yang harus dipahami oleh semua partai politik,” cetusnya.
Kenius menyampaikan bahwa ketika Lukas Enembe meminang Klemen Tinal untuk menjadi Cawagub Papua saat itu, tidak meminta koalisi untuk figur cawagub itu.
“Saya mau sampaikan saat Lukas Enembe meminang Klemen Tinal, apakah gubernur meminta koalisi, pernah gak. Itu gak ada. Wakil itu pak Lukas yang ambil, untuk bisa bekerjasama dengan beliau. Jadi, itu harus dipahami oleh teman-teman partai, kerja kita sudah selesai,” ungkapnya.
Apalagi, ujar Kenius, kerja koalisi sudah selesai, dari enam nama cawagub menjadi dua nama, yakni Yunus Wonda dan Kenius Kogoya itu sudah final sebenarnya.
“Itu sudah selesai. Jangan lagi digoreng-goreng dengan membawa kepentingan pribadi dan kepentingan kelompok. Ini tidak boleh terjadi, harus dilihat visi besar gubernur untuk kepentingan Papua,” tandasnya.
Ditambahkan, semua masyarakat Papua tengah menyoroti kinerja dari koalisi dalam penentuan dua nama cawagub Papua tersebut, sehingga jangan lagi ada manuver seolah-olah itu jabatan yang harus diisi oleh partai atau kelompok tertentu, itu tidak boleh.
“Semua harus ikut apa yang sedang gubernur inginkan untuk menyelesaikan pemerintahan ini,” pungkasnya.
(RT/bat)











