Politik

Minyikapi Polemik dan Dinamika Terhadap Kekosongan Wagub, Ini Pesan FPPDP

208
×

Minyikapi Polemik dan Dinamika Terhadap Kekosongan Wagub, Ini Pesan FPPDP

Sebarkan artikel ini
Forum Pemuda Peduli Demokrasi Tanah Papua saat memberi keterangan pers

BeritaPapua.co, Jayapura — Menyikapi kekosongan hingga polemik terhadap jabatan wakil gubernur Papua sampai saat ini, para pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda Peduli Demokrasi Tanah Papua (FPPDP) mulai angkat bicara.

Pentingnya peran pemuda, Ketua FPPDP, Otniel Deda (Ode) mengatakan bahwa polemik dan dinamika saat ini harus ditanggapi secara baik.

“Merasa bahwa penting bahwa kita harus menyikapi setiap polemik dan dinamika yang terjadi di Tanah Papua,” ujarnya.

Ia menilai pemerintahan di provinsi Papua saat seharusnya sudah berjalan normal seperti semula.

“Pemuda harus melihat pemerintahan di tanah Papua harus berjalan efektif normal dan kembali seperti semula pemerintahannya,” tandas Ode.

Menurutnya, pemerintah merupakan wakil yang harus melayani rakyat.

“Karena Pemerintahan merupakan ujung tombak untuk mengurus rakyat di tanah Papua,” pungkas Ketua FPPDP.

Lanjut kata dia, sehingga kekosongan wakil gubernur merupakan perintah undang-undang yang harus segera diisi.

Menyikapi tahapan yang sudah dilaksanakan oleh Koalisi Lukmen Jilid ll, Ode menilai ada proses yang sengaja dihambat.

“Tahapan-tahapan yang kami lihat ada proses yang menghambat,” tandasnya.

2 nama calon wakil gubernur yang ditunjuk oleh Gubernur, Ia juga menilai ada kontra terhadap penunjukan tersebut.

“Namun juga ada di Koalisi ada yang kontra terhadap apa yang menjadi saran dan masukan dari bapak gubernur,” beber Ode.

Sementara itu salah satu pemuda FPPDP, Kenius Heselo meminta kepada Koalisi Lukmen untuk menerima apapun keputusan gubernur Lukas Enembe sehingga proses tersebut dapat berjalan dengan cepat mengingat PON XX yang sudah semakin dekat.

“Pastikan kursi (Wagub) yang kosong ini gantinya Klemen Tinal ini proses cepat berjalan karena proses itu kembalinya kepada pak gubernur sehingga apapun keputusan gubernur akan kita dukung,” beber Kenius.

Jhon Wetipo selaku pemuda mengatakan tahapan cawagub saat ini yang masih jadi polemik ada pada ketua DPRP dan kubu partai Nasdem.

“Yang bikin kabur air adalah Ketua DPR sendiri dan di kubu Nasdem sendiri,” ungkapnya.

Ia meminta kepada Koalisi untuk segera mempercepat pengisian wakil gubernur Papua sehingga dapat membantu Gubernur Lukas Enembe.

“Proses Wagub ini harus dipercepat sehingga dapat membantu bapak Gubernur,” tukasnya.

Penunjukan Gubernur terhadap 2 nama cawagub, Wetipo menyampaikan bahwa masyarakat Papua sudah mengenal 2 Figur.

“Bapak Gubernur sudah putuskan ada 2 nama yaitu Kenius Kogoya dan Yunus Wonda tu masyarakat sudah tahu,” katanya.

Ia juga meminta kepada Ketua Koalisi Lukmen Jilid ll sangat membingungkan rakyat Papua lantaran tak konsisten menentukan cawagub yang telah ditunjuk oleh Gubernur Lukas Enembe.

Sehingga Ia menilai bahwa antara ketua DPRP dan Ketua Koalisi membingungkan rakyat

“Ketua Koalisi bicara lain, Ketua DPRP juga bicara lain sehingga membingungkan masyarakat Papua,” ujarnya.

Ia menyampaikan kepada ketua DPRP dan ketua DPD Nasdem untuk diam ko

“Ketua DPRP jangan bicara lagi, membingungkan rakyat, Koalisi yang bicara soal Wagub,” pinta Wetipo.

Masih menyikapi kekosongan Wagub, Adias Lengka mengatakan ada dinamika yang sengaja dimainkan untuk menghalangi penetapan cawagub.

“Saya lihat ada 1 dinamika yang sengaja dimainkan untuk menghalangi penetapan calon wakil gubernur Papua,” ungkapnya.

Lengka meminta tidak boleh ada pihak yang menghalangi proses pemilihan wakil gubernur Papua yang sampai saat ini masih kosong.

“Tidak boleh lagi ada lagi yang menghalang-halangi situasi pemilihan wakil gubernur,” tegasnya.

(RT)