Politik

Jika Terpilih, DIYO: Kami Akan Prioritaskan Penanganan Masalah Keamanan di Kabupaten Nduga

55
×

Jika Terpilih, DIYO: Kami Akan Prioritaskan Penanganan Masalah Keamanan di Kabupaten Nduga

Sebarkan artikel ini
Tampak Paslon Bupati Nduga nomor urut 2 Dinard Kelnea - Yoas Beon saat debat kandidat di Hotel Suni Abepura, Kota Jayapura, Selasa malam,15 Oktober 2024. (Ist)

Berita Papua, Jayapura — “Yang pastinya, kami akan prioritaskan penanganan masalah keamanan di Kabupaten Nduga.”

Hal itu disampaikan oleh pasangan calon Bupati Kabupaten Nduga nomor urut 2, Ronald Dinard Kelnea dan Yoas Beon (DIYO) kepada Wartawan di Jayapura, Rabu (16/10/2024). Jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Nduga, provinsi Papua Pegunungan.

Bahkan, pasangan DIYO yang juga mengusung persatuan untuk perubahan dan keadilan itu, akan berfokus dan lebih serius memprioritaskan masalah keamanan.

Apalagi, pasangan Dinard Kelnea – Yoas Beon sudah memetakan akar masalah keamanan yang selama ini terjadi di Kabupaten Nduga ini.

Ronald Kelnea menjelaskan bahwa masalah keamanan di Kabupaten Nduga, tidak terlepas dari konflik vertikal atau terkait ideologi dan konflik horisontal.

Konflik horisontal di Nduga ini, kata dia, sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 1963, saat orang tua menerima Injil di Mapenduma dengan damai sejahtera dan tidak ada perbedaan dan terjadi permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Lanjutnya, setelah terbentuk Kabupaten Nduga, dengan tujuan untuk mempercepat pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan serta pembangunan infrastruktur dan lainnya malah yang terjadi kepentingan politik, dimana berawal dari pemekaran distrik dan kampung yang dinilai tidak adil atau tidak ada pemerataan.

“Itu karena kepentingan dan tidak ada pemerataan, dimana ada distrik ada 20 kampung, sedangkan distrik lain hanya dapat 5 kampung, sehingga terjadi perang pada tahun 2013,” ungkap Ronald sapaan akrab calon Bupati Nduga itu.

Menurut Ronald, pertikaian itu sampai saat ini tidak bisa diredam atau dibendung akibat dendam.

Ronald menilai, konflik itu seolah-olah dibiarkan dan pemerintah jalan terus, sehingga pihaknya tidak mau hal ini terus terjadi di kemudian hari.

“Untuk itu, perlu diterapkan hukum positif untuk mencegah terus terjadinya konflik di tengah tengah masyarakat, agar konflik itu bisa diselesaikan. Artinya, pihak kepolisian harus lebih tegas bersama dengan pemerintah ke depan,” tegasnya.

Terkait masih ada warga Nduga yang berseberangan, Ronald Dinard Kelnea menyebut, dengan dibebaskannya Pilot Susi Air oleh Egianus Kogoya, tentu itu berbicara masalah kemanusiaan.

“Jadi, ketika kami jadi bupati, tentu akan bertanggungjawab penuh bersama dengan pemerintah pusat untuk bekerja serius, ternasuk dalam menangani pengungsi dari 12 distrik di Nduga yang ada di beberapa kabupaten seperti Jayawijaya, Lanny Jaya, Mimika dan Jayapura. Ini harus dikembalikan agar daerah disana dapat menjadi aman, damai dan sejahtera.  Sehingga ke depan,  pembangunan yang dilakukan pemerintah juga dapat berjalan dengan baik, nyaman dan aman,” ujarnya.

Untuk itu, Dinard Kelnea menegaskan, jika ia dipercayakan memimpin Kabupaten Nduga, maka tentu saja faktor keamanan akan menjadi prioritas utamanya.

“Artinya, bagaimana menciptakan keamanan dan kedamaian dengan hukum positif dan melibatkan semua pihak, baik tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, LMS dan lainnya,” imbuhnya.

Kata Ronald, jika Paslon DIYO terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Nduga, pihaknya bakal melakukan rekonsiliasi menyeluruh dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

“Kita harus duduk untuk menyelesaikan masalah ini agar pemerintah dapat membangun Nduga yang aman dan damai seperti di daerah lain. Nah, dengan melalui rekonsiliasi ini, itu akan terjadi,” tegasnya.

Diketahui pasangan Ronald Dinard Kelnea dan Yoas Beon nomor urut 2 ini diusung 10 partai politik tanpa mahar. diantaranya Partai NasDem, Demokrat, Gerindra, PAN, PBB, Partai Buruh, Partai Umat, PKN, PPP dan PKB.

(Redaksi)