Berita Papua, Jayapura — Koalisi Advokasi Keadilan & Keselamatan Jurnalis di Tanah Papua mendesak Kepolisian Daerah Papua (Polda Papua) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk segera mengungkap kasus teror bom yang menargetkan kantor redaksi Media Jubi.
Insiden ini terjadi pada Rabu, 16 Oktober 2024 sekitar pukul 03.15 WIT.
Menurut rekaman CCTV, 2 pelaku menggunakan sepeda motor dan mengenakan jaket serta helm hitam melemparkan bom molotov ke depan kantor Jubi. Aksi tersebut menyebabkan kebakaran dan kerusakan pada bagian depan 2 mobil operasional media Jubi.
Chanry Suripatty, Juru Bicara Koalisi, menyatakan, “Serangan terhadap media seperti Jubi bukan hanya ancaman fisik, tetapi serangan langsung terhadap kebebasan pers dan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang akurat.”
Koalisi juga mencatat bahwa kasus ini bukan pertama kalinya Media Jubi menjadi sasaran serangan.
Bahkan, Victor Mambor, penanggung jawab Media Jubi, telah beberapa kali menjadi korban teror, termasuk perusakan mobil pada April 2021 dan pelemparan benda yang diduga bom rakitan di dekat rumahnya pada Januari 2023.
“Teror terhadap pers adalah ancaman serius bagi demokrasi. Jika intimidasi terhadap media dibiarkan terus berlangsung, masyarakat Papua akan kehilangan akses terhadap informasi yang benar dan berimbang,” tegas Chanry.
Diketahui, koalisi ini terdiri dari berbagai organisasi pers, advokat, dan lembaga sipil yang bertujuan untuk melindungi kebebasan pers dan keselamatan jurnalis di Papua, serta memperjuangkan keadilan bagi media yang mengalami kekerasan atau intimidasi.
Dipimpin oleh Lucky Ireew, organisasi yang tergabung dalam Koalisi diantaranya:
Media Jubi, Asosiasi Wartawan Papua (AWP), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) se-Tanah Papua, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jayapura, Komite Keselamatan Jurnalis di Tanah Papua, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koorwil Papua-Maluku, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Papua, LBH Pers Papua, LBH Papua, PBHKP Papua Barat Daya, LBH Kaki Baabu, ESLHAM Papua, PAHAM Papua, ALDP, BEM UNCEN, BEM USTJ, KontraS Papua, KPKC GKI Tanah Papua, SKPKC Fransiskan Papua, GMKI, Dewan Gereja Papua, PMKRI Papua.
(Redaksi)











