Berita Papua, Nduga — Pasangan Calon (Paslon) Bupati Nduga Nomor Urut 2, Dinard Kelnea dan Yoas Beon (DIYO) menyerahkan 32 SK tim pemenangan distrik untuk pemantapan relawan menjelang Pilkada 2024, Kamis (10/10/2024).
Ketua Tim Pemenangan Paslon DIYO, Namantus Gwijangge, mengungkapkan bahwa penyerahan SK ini menandakan penguatan konsolidasi tim menjelang pemilihan pada 27 November mendatang.
“Dengan diserahkannya SK ini, konsolidasi kami semakin ketat, semakin kencang dan akan kita maksimalkan untuk memenangkan Paslon DIYO,” ujarnya kepada melalui telepon selulernya.
Kata dia, kita di Nduga ini hanya ada dua calon yang akan maju bertarung secara kesatria dalam pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Nduga, masing masing pasangan calon nomor urut 1 Namia Obed Gwijangge dan pasangan calon nomor urut 2 Dinard Kelnea atai disingkat DIYO.
Namantus Gwijangge menjelaskan, secara resmi sudah memiliki 32 tim Distrik dan meminta untuk dibuatkan posko pemenangan.
“Dengan penyerahan SK ini, kami melihat antusias dan animo masyarakat untuk memilih Paslon Bupati Nduga nomor urut 2 DIYO itu sangat tinggi, karena kami melihat tim sukses di 32 distrik yang ada di Kabupaten Nduga itu datanya lengkap dan menerima SK secara langsung,” jelasnya.
Ia menyebut, bahwa pihaknya sangat optimis jika kemenangan itu bakal berpihak kepada jargonnya yaitu Paslon nomor urut 2.
“Kami yakin tidak akan berproses dimana mana, sebab kami akan menang di lapangan, ” tegasnya.
Terkait program dan visi misi DIYO, kata Nantus, kami mengusung visi Persatuan dan Perubahan serta Keadilan.
“Artinya tanpa ada keadilan, pemerataan dan persatuan, orang jarang sekali menemukan pembangunan, kesejahteraan dan kedamaian di Kabupaten Nduga Papua Pegunungan. Itu jarang ditemukan di Nduga,” tekannya.
“Kami punya visi misi itu persatuan untuk perubahan yang berkeadilan. Dan visi misi kami ini jelas, untuk merekonsiliasi semua dari visi misi itu. Sebab banyak masalah di Nduga sehingga kami mau lakukan rekonsiliasi total secara kesukuan,” sambungnya.
Selai itu, lanjut Namantus, pihaknya juga mempunyai misi untuk memperbaiki SDM Nduga dan memperbaiki kesehatan serta pendidikan juga pembangunan infrastruktur di Nduga juga, akan memperbaiki kesejahteraan rakyat, perumahan rakyat dan seterusnya.
Oleh karena itu kata Namantus, sebelum kita menuju ke pembangunan pembangunan, kami lebih dulu melakukan rekonsiliasi lebih dahulu, sehingga semua masalah masalah yang ada itu diselesaikan secara tuntas.
“Dan ketika dalam keadaan aman, damai dan nyaman pembangunan juga akan jalan semua. Karena akhir akhir ini kami orang Nduga itu, mulai dari tahun 2018 sudah dilanda peperangan dan kekacauan, masyarakat lari mengungsi. Sehingga masyarakat hidup dibawa traumatisme tingkat tinggi yang membuat masyarakat tidak lagi nyaman dan merasakan hak kenyamanan dan keamanan mereka tidak terjamin,”ujarnya.
Namun terkait dengan itu, kata Namantus, pihaknya harus lakukan rekonsiliasi. Baik rekonsiliasi dengan Tuhan, rekonsiliasi dengan alam, rekonsiliasi dengan amal, rekonsiliasi manusia dengan manusia dan rekonsiliasi pemerintah dengan masyarakat.
“Nah, kalau rekonsiliasi ini sudah tuntas, maka kita pastikan pembangunan itu sudah terjamin dan akan berjalan lancar secara baik dan benar di Kabupaten Nduga,” imbuhnya.
Sebagai Ketua Tim Pemenangan, Namantus Gwijangge juga berharap, pesta demokrasi yang akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada 27 November 2024, itu dapat berjalan dengan aman, lancar san sukses. Khususnya di Kabupaten Nduga yang selama ini dianggap rawan konflik ketika pesta demokrasi dilaksanakan.
“Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ini merupakan moment pesta demokrasi atau pesta rakyat. Proses pemilihan kepala daerah itu tinggal menghitung hari yang tepatnya jatuh pada 27 November 2024. Kita harus selenggarakan dalam keadaan aman, damai dan nyaman. Sehingga pesta rakyat ini benar benar mencapai tujuan dengan baik dan benar,” harapnya.
Apalagi ujar Namantus, harus memilih pemimpin yang benar benar amanah dan konsisten dan juga melahirkan seorang pemimpin yang mampu membangun Nduga kedepan dengan hati yang tulus.
Pada kesempatan itu, mantan anggota DPR Papua itu meminta kepada pihak penyelenggara dalam hal ini KPU dan Bawaslu untuk bekerja secara netral. Pasalnya, pihaknya menilai KPU dan Bawaslu diduga tidak netral, bahkan memihak kepada salah satu calon kandidat.
“Akhir akhir ini, kami melihat, KPU dan Bawaslu kelihatannya tidak netral, sehingga kami berharap KPU dan Bawaslu harus benar benar menjunjung tinggi etika, tugas dan tanggungjawab sebagai penyelenggara yang benar benar netral dan independen, dan tanpa memihak kepada salah satu calon tertentu. Untuk itu, KPU dan Bawaslu harus bertanggungjawab dalam penyelenggaraan Pilkada 2024 di Nduga,” tegasnya.
“Karena pemilihan kali ini, kami di Nduga pakai sistem bungkus sehingga tidak pemilihan langsung,”timpalnya.
Namantus menambahkan, di fokuskan 32 distrik akan melakukan pemilihan yang di pusatkan di Kota Kenyam Kabupaten Nduga. Dengan berbagai pertimbangan keamanan, sehingga dalam rapat Forkopimda telah memutuskan pemilihan atau di hari pencoblosan pafa 27 November dilakukan di ibu kota Kenyam seperti Pileg 2024 kemarin.
“Sekali lagi kami berharap, pemilihan kali ini tidak lagi bermasalah sehingga dapat berjalan dengan baik, aman dan lancar. Sehingga dapat melahirkan sosok pemimpin yang amanah, kharismatik dan menjadi pemimpin yang bertanggungjawab dan dapat membangun Nduga yang lebih baik lagi kedepannya,”pungkasnya.
Paslon DIYO diusung oleh 10 partai politik, di antaranya Partai NasDem, Demokrat, Gerindra, PAN, PBB, Partai Buruh, Partai Umat, PKN, PPP, dan PKB, serta melihat antusiasme tinggi dari masyarakat untuk mendukung pasangan nomor urut 2 ini.
(Redaksi)











