Berita Papua, Timika — Debat publik perdana pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mimika periode 2024-2029 menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Acara yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Futsal, Jalan Poros SP II-SP V, Rabu (23/10/2024), dinilai belum maksimal.
Bahkan menuai berbagai tanggapan dari masyarakat yang hadir menyaksikan langsung.
“Debat pertama ini belum terlihat menggigit. Para kandidat masih terkesan kaku dalam menyampaikan visi dan misi mereka,” ujar Elipanus Wesareak, salah satu tokoh masyarakat Mimika, usai mengikuti jalannya debat.
Wesareak menilai debat pertama antar paslon belum menunjukkan substansi yang mendalam bahkan belum terlihat menggigit.
“Debat kedua itu harus keluarkan dan tunjukkan potensi dalam berdebat karena masyarakat membutuhkan itu. Debat pertama tadi masyarakat pada umumnya sudah bisa menyaksikan dan bisa melihat sendiri bagaimana potensi mereka dan apa yang telah mereka paparkan maupun saling menjawab,”ungkapnya.
Dirinya juga menilai bahwa dari ke tiga pasangan calon, pasangan nomor urut 02 dan 03 harus bisa mengimbangi paslon nomor 01.
“Karena dari penilaian saya sendiri paslon nomor 01 itu bicara secara konkrit dan jelas,”ujarnya.

Sementara Lucky Mahakena Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Mimika lebih menekankan kepada para Panelis agarĀ dalam membuat pertanyaan itu jangan yang bersifat umum.
“Saya merasa narasi yang dibuat itu sifatnya narasi umum. Harusnya para penalis itu mengangkat kearifan lokal misalkan Mimika dalam konteks 2018 sudah berubah menjadi damai, itu indikatornya apa dan itu harus dimunculkan disitu. Sehingga para paslon ini kedepannya mereka punya cikal bakal oh ternyata indikator membangun seperti ini loh,”katanya.
Selain itu dalam debat publik kedua nanti, dirinya berharap ke tiga paslon dalam membuat pertanyaan nanti lebih menggali atau mendalami Mimika yang sebenarnya dalam konteks membangun.
(Redaksi)











