Politik

Informasi Penggabungan Suara Antar Calon di Jayawijaya Dibantah dan Dinilai Tidak Benar

458
×

Informasi Penggabungan Suara Antar Calon di Jayawijaya Dibantah dan Dinilai Tidak Benar

Sebarkan artikel ini
Tampak Wakil Bupati Jayawijaya Terpilih, Ronny Elopere saat memberikan keterangan kepada awak media di Wamena, Sabtu (14/12/2024) sore.

Berita Papua, Wamena — informasi yang saat ini beredar di seluruh masyarakat kabupaten Jayawijaya maupun di Media Sosial (Medsos) terkait adanya penggabungan suara antara pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya nomor urut satu, dua dan tiga pada Pilkada 2024, untuk memenangkan pasangan calon nomor urut dua itu dibantah dan dinilai tidak benar.

Demikian bantahan itu disampaikan langsung oleh Ronny Elopere selaku calon Wakil Bupati Jayawijaya nomor urut dua yang Terpilih, saat dikonfirmasi awak media terkait beredarnya informasi penggabungan suara. Sabtu 14 Desember 2024 sore.

Ronny Elopere menjelaskan, jikalau benar telah terjadi penggabungan suara, kenapa para masing-masing saksi calon Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya maupun Pandis tidak melakukan protes pada saat Pleno di tingkat Distrik maupun Pleno di tingkat Kabupaten.

“Tahapan pilkada dari pencoblosan hingga Pleno dan sampai penetapan, berjalan aman dan damai, dan pada tahapan ini sama sekali tidak terjadi adanya penggabungan suara antara calon lain ke kami calon no urut dua, jikalau memang ada buktinya terkait hal itu, pasti para saksi masing-masing calon maupun Pandis melakukan protes pada tahapan Pleno dengan menunjukan bukti yang akurat. Tapi kan hal itu tidak terjadi hingga sampai KPU menetapkan calon Bupati dan wakil Bupati pemenang Pilkada Jayawijaya,” ucap Ronny Elopere.

Ronny menambahkan, perlu masyarakat Jayawijaya ketahui bahwa, penggabungan suara untuk memenangkan calon tertentu, itu bisa terjadi pada pencoblosan 27 November, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) melalui sistem Noken, dan setelah  melalui pencoblosan pada 27 November, sistem tersebut tidak berlaku lagi atau tidak bisa dilakukan pada tahapan rekapitulasi maupun Peleno, dan tahapan ini diawasi ketat oleh pihak Panwas maupun Bawaslu. Oleh karena itu, informasi yang beredar terkait penggabungan suara, itu sangat tidak masuk akal atau tidak benar.

“Kami harap seluruh masyarakat Jayawijaya bijak dan tidak mudah percaya atau terprovokasi dengan informasi ini. Karena tahapan Pemilu di Jayawijaya sudah selesai dan terlaksana dengan sukses. Saat ini tinggal tunggu pelantikan calon Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya terpilih yakin, Atenius Murip dan Ronny Elopere, oleh karena itu kami mengajak seluruh masyarakat, baik itu pendukung nomor urut satu, tiga, dan empat, mari bersatu dan bersama-sama kami membangun kabupaten Jayawijaya lebih baik lagi kedepannya,” ujarnya.

Sementara itu, Politisi Senior Papua Pegunungan, Paskalis Kossay mengatakan, selama 15 tahun masyarakat Jayawijaya mengalami penderitaan yang luar biasa dalam berbagai aspek, dan saat ini penderitaan itu akan berakhir, dengan kembalinya hak kesulungan masyarakat Jayawijaya yakni, dengan terpilihnya Atenius Murip dan Ronny Elopere sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya 2024-2029.

“Kembalinya hak kesulungan ini tentunya menjadi  kabar gembira bagi masyarakat Jayawijaya untuk mengakhiri penderitaan selama ini, oleh karena itu diharapkan masyarakat Jayawijaya harus berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan karena hasil doa selama 15 Tahun telah terwujud,” ucap Paskalis Kossay.

Kata Paskalis, masyarakat Jayawijaya telah sukses kembalikan hak kesulungan, sehingga seluruh masyarakat Jayawijaya diharapkan tetap terus berdoa agar tahapan selanjutnya yakni, pelantikan bisa berlangsung dengan baik demi terwujudnya kesejahteraan di Jayawijaya, dan dimohon kepada seluruh masyarakat Jayawijaya bahwa, jangan muda terpancing dengan informasi-informasi buruk yang beredar saat ini, karena dampaknya akan menghancurkan kedamaian di kabupaten Jayawijaya.

(Tinus Yigibalom)