Berita Papua, Jayapura — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nabire, Imanuel F.H Rumbewas melaksanakan kunjungan kerja ke Kampung Yeretuar, Distrik Teluk Umar, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Kunjungan kerja selama satu hari ini merupakan yang pertama dilakukan oleh Imanuel di tahun 2025.
Dalam kunjungannya, Imanuel mengatakan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk melakukan pengawasan langsung terhadap beberapa fasilitas pemerintah daerah yang ada di ibu kota Distrik Teluk Umar.
Selain itu, ia juga melakukan dialog langsung dengan masyarakat Kampung Yeretuar, melibatkan aparat kampung, kepala sekolah SD dan SMP, kepala puskesmas, serta Kapuspol Yeretuar.
“Kunjungan ini penting untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan dan mendengar aspirasi masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa pelayanan publik berjalan dengan baik dan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ujar Imanuel, Sabtu (8/3/2025).
Saat kunjungan, Imanuel menemukan sejumlah permasalahan yang perlu segera ditangani. Beberapa daftar masalah yang berhasil dikumpulkan antara lain:
1. Abrasi Pantai Yeretuar: yang memerlukan pembangunan talud untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
2. Dermaga Pelabuhan Perintis: yang perlu diperbaiki atau dibangun untuk mendukung aktivitas transportasi laut.
3. Lampu Jalan PLTS: untuk penerangan jalan di ibu kota Distrik Teluk Umar.
4. Ketersediaan Listrik: yang masih kurang, di mana ibu kota distrik belum memiliki sumber listrik atau PLTS yang memadai.
5. Fasilitas Pendidikan: yang memerlukan renovasi, terutama ruang belajar mengajar yang mengalami kerusakan ringan.
6. Kebutuhan Dokter Tetap: di ibu kota Distrik Teluk Umar untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.
7. Pembukaan Akses Jalan: dari Km 16 menuju ibu kota distrik untuk memudahkan mobilitas warga.
8. Pemekaran Kampung Baru: yang perlu dipertimbangkan untuk pemerataan pembangunan.
Imanuel menekankan bahwa kondisi SMP Negeri 1 Teluk Umar dan SD Inpres Yeretuar memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
“Kondisi sekolah yang rusak perlu segera direhabilitasi agar proses belajar mengajar tidak terganggu. Selain itu, dibutuhkan tambahan tenaga guru, pasokan listrik yang stabil, dan operasional speedboat untuk memudahkan mobilitas guru,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui kunjungan kerja ini, pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menangani permasalahan yang ada.
“Kami akan menyampaikan temuan ini kepada pihak terkait dan mendorong agar solusi segera diimplementasikan. Masyarakat di Kampung Yeretuar dan Distrik Teluk Umar berhak mendapatkan pelayanan yang layak,” tegas Imanuel.
(Arianda)











