Berita Papua, Sentani — Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayapura menggelar Rapat Paripurna penyerahan laporan hasil Reses Pertama pada Senin, 23 Februari 2026. Sebanyak 38 anggota dewan, termasuk unsur pimpinan, turun langsung ke daerah pemilihan masing-masing untuk menjaring aspirasi masyarakat.
Ketua DPRK Jayapura, Ruddy Bukanaung menyebut, dari seluruh kegiatan reses tersebut terkumpul sekitar 300 aspirasi dari masyarakat yang kemudian dilaporkan secara resmi dalam forum paripurna.
“Sebanyak 38 anggota DPRK Jayapura turun langsung ke dapil, bertemu masyarakat, dan hari ini hasil reses sudah kami serahkan. Kurang lebih ada 300 aspirasi dari masyarakat yang disampaikan dalam rapat paripurna ini,” ujar Ruddy.
DPRK Jayapura berharap seluruh aspirasi yang terkumpul dapat diakomodasi dan diintegrasikan ke dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah maupun dokumen Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sehingga dapat ditindaklanjuti melalui regulasi yang selaras dengan visi dan misi pembangunan daerah.
Di sisi lain, Ruddy mengingatkan adanya tantangan fiskal yang perlu diantisipasi.
Sebab menurutnya, Kabupaten Jayapura ke depan akan mengelola anggaran yang lebih terbatas akibat kebijakan sentralisasi anggaran di tingkat pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah daerah dituntut untuk menyusun skala prioritas yang cermat dari seluruh usulan masyarakat, dengan mengutamakan kebutuhan yang paling mendesak.
Ruddy juga memastikan bahwa seluruh aspirasi yang dibacakan dalam paripurna merupakan hasil serapan resmi dari para anggota dewan dan fraksi. Bagi anggota dewan yang berhalangan hadir dalam rapat, laporan reses mereka tetap telah masuk dan tercatat sebagai bagian dari dokumen resmi DPRK Jayapura.Z
(Yan Mofu)











