Saireri

Sulit Dapatkan BBM Sejumlah Nelayan Membawa Jerigen Kosong Datangi DPR Yapen

32
×

Sulit Dapatkan BBM Sejumlah Nelayan Membawa Jerigen Kosong Datangi DPR Yapen

Sebarkan artikel ini
Wakil ketua II DPRD kabupaten kepulauan Yapen, Frefolin Warkawani saat menerima sejumlah Nelayan yang membawa jerigen kosong

BeritaPapua.co, Serui — Dengan membawa puluhan jerigen kosong sejumlah Masyarakat nelayan mendatangi kantor DPRD Kabupaten Kepulauan Yapen, Rabu (25/5/22).

Ikut didampingi Yanes Yowei selaku Ketua DPD Jaringan Pendamping Pembangunan Kabupaten Kepulauan Yapen
Kedatangan mereka di gedung dewan terhormat untuk menyampaikan aspirasinya terhadap kelangkaan BBM saat ini.

Yeverson Manyakori mengaku akibat sulitnya mendapat BBM akhir-akhir ini dirinya tidak bisa maksimal melaut untuk menangkap ikan.

“Kita sekali keluar butuh BBM 100 liter, tapi sekarang untuk dapat 20 liter saja susah itupun sudah harus ikut antrian belum lagi kalau tiba antrian minyak sudah habis akhirnya kita tidak bisa melaut,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Yapen, Fredolin Warkawani saat menerima kedatangan para Nelayan menyampaikan persolaan terjadi saat ini terhadap kelangkaan BBM berkaitan dengan kuota yang diminta untuk melayani masyarakat kabupaten kepulauan Yapen.

“Biasanya pihak Pertamina itu dalam satu tahun sudah menyiapkan beberapa kilo liter untuk masyarakat tetapi karena ada peningkatan kebutuhan masyarakat di kabupaten ini sehingga mempengaruhi kuota yang ada saat ini,” terang Warkawani.

Pria yang kerab disapa Predo ini mengemukakan dalam pertemuan beberapa waktu lalu antara pemerintah daerah dan pihak Pertamina, diberikan solusi agar pemerintah daerah menyiapkan data kembali untuk penambahan kuota.

“Pihak Pertamina sudah siap menambah kuota asal data yang diinput dari dinas perikanan dan kelautan , juga lingkungan hidup, Pertanian, Perindagkop dan Dinas Perhubungan datanya dapat disampaikan kembali,” ucap Fredolin.

Lebih jauh Dirinya mengatakan hal lain mengapa kuota BBM saat ini kuotanya tidak cukup alasan pertama adalah kebutuhan BBM yang seharusnya dipakai oleh masyarakat Yapen berkurang karena ikut digunakan oleh masyarakat Waropen dan Mamberamo melalu pengecer di jalanan.

“Ini yang .mempengaruhi mengapa BBM kita berkurang sehingga kedepan kita akan tertibkan,” tegas Fredolin.

Menurutnya terhadap kelangkaan BBM yang terjadi saat ini akan dibahas oleh pihaknya bersama pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah cepat mengatasi situasi yang sudah meresahkan masyarakat ini.

(AG)