Saireri

MD Papua: Youth Camp GPdI Salah Satu Pendidikan Etika Gereja Bentuk Karakter Pemuda dan Remaja

92
×

MD Papua: Youth Camp GPdI Salah Satu Pendidikan Etika Gereja Bentuk Karakter Pemuda dan Remaja

Sebarkan artikel ini
Ketua MD GPdI Papua, Pdt Timotius Dawir, MTh (Kanan) didampingi Ketua Harian Majelis Pusat GPdI, Herry Lumantauw, MTh

BeritaPapua.co, Serui — Ketua Majelis Daerah GPdI Papua, Pdt Timotius Dawir menuturkan kegiatan Youth Camp 2022 di Kabupaten Waropen merupakan salah satu pendidikan etika gereja dalam pembangunan karakter Pemuda maupun Remaja yang dibangun Gereja untuk meminimalisir angka kekerasan ibu dan anak, Juga meminimalisir angka kenakalan remaja melalui pemberitaan firman Allah yang disampaikan kepada anak-anak muda GPdI.

Dirinya berharap dengan adanya kegiatan ini gereja mampu membangun kecerdasan maupun kemampuan pengertian Alkitab kepada semua peserta yang nantinya saat kembali ke masing-masing gereja didaerahnya, mereka menjadi berkat bagi  GPdI juga kepada semua masyarakat Papua.

Lanjut Pdt Dawir melalui tema yang diangkat dalam kegiatan ini yaitu “Generasi Pembawa Api Pantekosta” diharapkan bahwa Generasi ini yang nantinya  dipersiapkan dan di Do’akan untuk melanjutkan gereja kedepannya  dalam melaksanakan tugas-tugas pokok gerejawi maupun menjadi berkat di market place dan di pemerintahan, dimana Tuhan memakai mereka dengan luar biasa.

Sementara itu, Ketua Harian Majelis Pusat GPdI,Pdt. Herry Lumantauw menambahkan bahwa GPdI kurang lebih ada  sebanyak 20.000 sidang jemaat tersebar di 36 Majelis Daerah di Indonesia maupun di luar negeri, Sedangkan di dalam negeri sendiri terdapat 33 Majelis Daerah.

Menurutnya, Majelis Daerah yang senantiasa rutin mengadakan Youth camp salah satunya adalah Majelis Daerah Papua di bawah kepemimpinan Bapak Pendeta Timotius Dawir, Sehingga Majelis Pusat memberikan apresiasi luar biasa kepada MD Papua yang dapat menghimpun anak-anak muda hadir dalam satu lokasi untuk dibina imannya agar menjaga kerohanian mereka tetap bertumbuh dan memberikan dampak maupun menjadi berkat bagi banyak orang serta  bisa sukses di dalam kehidupan sekuler mereka.

“Biarlah perkemahan ini ,boleh menuai banyak jiwa-jiwa dan mereka dilepas di rumah, di gereja, di masyarakat, di sekolah, ditempat kuliah mereka boleh menjadi alatnya Tuhan dengan membawa api Pantekosta, Tuhan Yesus berkati, Haleluya,” tutup Pdt Lumantauw.

(AG)