Saireri

700 Pendeta dan Pendeta Muda Dilantik, Berikut Pesan MD GPdI Papua

28
×

700 Pendeta dan Pendeta Muda Dilantik, Berikut Pesan MD GPdI Papua

Sebarkan artikel ini
Majelis Daerah GPdI Papua, Pdt Timotius Dawir

BeritaPapua.co, Serui — Sebanyak 700 Pendeta muda dan Pendeta penuh dilantik oleh Majelis daerah dan Majelis Pusat dalam Musda XV GPdI Papua yang diselenggarakan di Jemaat GPdI El Shaddai Imandoa Serui, Jumat (26/8/22).

Ketua Majelis daerah Pdt Timotius Dawir mengatakan pelantikan ini mengesahkan jenjang kependetaan secara organisasi yang mana GPdI dikenal dengan 3 gelar kehormatan kependetaan yang pertama Pendeta muda dilantik oleh Majelis wilayah dalam musyawarah kerja wilayah, Kedua pendeta muda oleh Majelis Daerah diadakan Musda atau Mukerda, Ketiga Pendeta penuh dilantik dalam Mukernas ,Mubes atau Musda dimana pada hakekatnya pendeta-pendeta itu dilantik oleh Majelis pusat.

“Majelis wilayah melantik pendeta pembantu, Majelis daerah melantik pendeta muda dan Majelis pusat melantik pendeta penuh,” ucap Pdt Timotius Dawir yang juga merupakan pimpinan majelis pusat sebagai kepala Departemen Luar Negeri GPdI pengurus Gereja pantekosta di seluruh dunia.

Selain melantik 700 pendeta muda dan pendeta penuh , Pdt Timotius Dawir menyampaikan sesuai visi GPdI Papua dalam rapat-rapat komisi memutuskan bahwa GPdI Papua harus mencapai 1000 jemaat yakni dimana disetiap kampung, Kelurahan, Perumahan wajib ada Gereja GPdI.

“Provinsi Papua terdiri dari 6000 kampung dan kurang lebih 700 distrik maka majelis wilayah itu berpotensi penetapannya sesuai distrik sedangkan gembala Jemaat itu sesuai Kampung, Desa, Kelurahan jadi target kita tidak besar hanya 1000 kampung, setiap kampung berpotensi mempunyai gereja baru,” sebutnya

Dikatakan 700 pendeta muda yang dilantik telah di didik dalam kelembagaan Alkitab dalam 2 kelas yakni kelas 1 pendeta muda kelas 2 untuk pendeta penuh dan juga telah mengikuti Diklat enam bulan terakhir.

Menurut Pdt Timotius Dawir pemberian Diklat kepada para pendeta untuk meletakkan doktrin dasar atau doktrin alkitab kepada semua calon calon pendeta GPdI karena Seorang pendeta GPdI tidak diizinkan tanpa pendidikan.

“Kita inginkan adalah sebagaimana firman Allah katakan umatku binasa karena tidak berpengetahuan, Jemaat itu rusak karena pendeta tidak sekolah makanya pendeta harus disekolahkan,” ujarnya..

Kata Pdt Dawir kehadiran GPdI diharapkan harus memberi dampak kepada setiap kampung, desa, kelurahan dan menghindarkan diri dari dunia perpolitikan.

“Pendeta GPDI tidak boleh bermain politik , Pendeta GPDI di gereja saja makanya pendeta yang kita Lantik ini mau mereka hanya mempersiapkan umat Tuhan masuk surga saja ,Kalau ada satu pendeta yang menyeberang ke legislatif itu diberhentikan kita tidak ada kompromi,” ungkapnya.

Menurut Pdt Dawir bagi pendeta-pendeta GPdI tidak dibayar dan tidak memiliki gaji setiap bulannya serta bekerja secara sukarela namun dalam pembuktiannya bahwa Yesus sebagai Gembala Agung tidak membiarkan pendeta-pendetanya.

Khusus bagi 700 pendeta yang telah dilantik selaku Majelis Daerah GPdI Papua dirinya menyampaikan beberapa harapan diantaranya, Pertama bagi pendeta agar dapat membantu Gereja-Gereja lokal dimana ia berada, Jadilah berkat bagi Gereja lokal dimana engkau berada.

Kedua, Kalau engkau (red-pendeta) merasa panggilan Tuhan untuk melayani Tuhan, Full time 100 persen jadi gembala maka Majelis Daerah akan membatu sampai terciptanya penanaman gereja-gereja baru.

“Ketiga, Jangan pernah takut karena bekerja dengan Yesus pasti sukses, memang kita mulai dari yang kecil tetapi kalau kita setia Tuhan akan percayakan yang besar,” pesan Pdt Timotius Dawir.

(AG)