BeritaPapua.co, Serui — Pasca kecelakaan speedboat yang terjadi disekitar perairan tanjung Arareni bagian timur kabupaten kepulauan Yapen pada Sabtu (07/01/23) lalu, pihak Rumah Sakit Umum Daerah Serui telah menangani 10 penumpang korban kecelakaan tersebut diantaranya 2 korban meninggal dunia.
“Korban laka laut yang kami terima di Rumah Sakit ini sejak Senin (10/1) kemarin berjumlah 10 orang, 2 diantaranya korban meninggal dunia,” ucap Direktur RSUD Serui dr Jhonny B Abaa, Selasa (10/1/2023) ikut didampingi dokter penyakit dalam, Pramudya Kumkawan.
Untuk 8 penumpang selamat kat1a dokter Abaa diantaranya ada yang mengalami luka bakar dan beberapa korban lain kondisinya menurun sehingga membutuhkan perawatan.
“Hari itu juga (Senin 10/1) tiga korban selamat kita pulangkan, dua orang lagi dirawat di klinik Kodim kemudian lainnya kita rawat di RSUD ini,” sebutnya.
Lanjut dokter Abaa saat ini korban yang masih menjalani perawatan di ruang inap adalah Danramil Barapasi dan beberapa korban lagi namun kondisi umum dari mereka semua dalam keadaan baik-baik hanya mengalami kelelahan dan dehidrasi.
“Semua baik-baik, cuma kecapaian dan dehidrasi kena ombak, muntah-muntah tidak minum karena berjuang bertahan diatas air laut sambil menunggu pertolongan,” ujar dokter Abaa.
Usai mendapat perawatan untuk memulihkan kondisi para korban kata dokter Abaa sebagian korban selamat sudah dapat pulang dan saat ini hanya ada dua pasien yang masih harus menjalani perawatan karena mengalami luka bakar.
“Untuk korban selamat yang dirujuk tidak ada karena semua dalam keadaan baik-baik saja mudah-mudahan besok Pak Danramil dan pak Wiyoto sudah bisa pulang,” tandasnya.
(AG)











