Saireri

PLN ULP Serui, Berikan Tanggapan Penyebab Listrik Sering Padam

3
×

PLN ULP Serui, Berikan Tanggapan Penyebab Listrik Sering Padam

Sebarkan artikel ini
Manager Unit Layanan Pelanggan PLN Serui, Sambhoja Darussalam

BeritaPapua.co, Serui — Menjawab sorotan masyarakat terhadap kerab terjadinya pemadaman lampu oleh PLN akhir-akhir ini, Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) Serui, Sambhoja Darussalam berikan tanggapan ke sejumlah awak media di Serui, Selasa (24/1/2023).

Didampingi Jeremia Farwas selaku Supervisor Teknik, Manager ULP Serui Sambhoja Darussalam mejelaskan bahwa penyebab aliran listrik terputus belakangan ini ada 2 jenis yakni akibat pemadaman terencana dan tidak terencana.

Untuk pemadaman terencana lanjut Sambhoja dilakukan pihaknya dengan waktu yang terjadwal dalam upaya peningkatan keandalan jaringan listrik seperti Penggantian Kabel, Pemeliharaan gardu distribusi, pemeliharaan pembangkit dan Penambahan peralatan jaringan.

Sedangkan pemadaman tidak terencana sebut Sambhoja disebabkan adanya gangguan pada jaringan listrik karena fenomena alam seperti jaringan terkena pohon, terkena petir, terkena layang-layang atau umbul-umbul.

“Gangguan tidak terencana ini, intinya terjadi diluar kontrol label contohnya kemarin malam (Minggu 22/1) padam karena ada gangguan di sistem kota ada ranting pohon yang jatuh karena gangguan cukup besar mesin harus padam kalau tidak dipadam nanti bisa jebol dan perbaikan bisa waktu yang lama lagi,” kata Sambhoja.

Dikatakan pada tahap penyalaan engine membutuhkan waktu karena distribusi aliran listrik dijaringan dilakukan secara bertahap namun bila ada tempat yang dianggap urgent dapat diprioritaskan pendistribusiannya.

Terhadap peralatan-peralatan yang butuh dilakukan penggantian, Sambhoja mengatakan telah mengajukan dan mengusulkan untuk mendapatkan pagu anggaran namun PT PLN yang memiliki cukup luas layanan belum tentu menjadikan usulan dari ULP Serui menjadi prioritas utama bagi pusat sehingga pihaknya lebih memprioritaskan peningkatan pelayanan.

“Dengan kondisi yang ada, kita juga sudah usulkan sehingga yang ada itu yang kita maksimalkan seperti membentuk tim percepatan penormalan sistem blackout bila terjadi padam,” ucapnya.

Diakui terhadap pengusulan beberapa alat pada pembangkit untuk pergantian juga telah diusulkan termasuk alat proteksi seksion satu mulai dari pembangkit hingga rekloser dan pergantian tiang listrik yang belum standart bersama konduktornya.

“Kita sambil berbenah juga meningkatkan pelayanan kalaupun ada pemadaman itu karena ada gangguan yang tidak terencana, kalau ada pemadaman terencana pasti kita informasikan kepada pelanggan,” imbuh Sambhoja.

Terkait kapasitas beban pada mesin pembangkit, dirinya mengatakan beban mesin pembangkit kategori aman karena untuk beban puncak tersedia 5,9 Mega Watt dan cadangan sebesar 2 Mega Watt.

“Apabila terjadi gangguan di mesin pembangkit 1 atau 2, kita masih ada cadangan dan selalu dilakukan pemeliharaan mesin secara berkala,” tandasnya.

(AG)