Kepulauan Yapen

Sosialisasi Penerimaan, Pj Bupati Yapen Minta Rekrutmen MRP Miliki Akademik dan Intelektual

0
×

Sosialisasi Penerimaan, Pj Bupati Yapen Minta Rekrutmen MRP Miliki Akademik dan Intelektual

Sebarkan artikel ini
Penjabat Bupati Cyfrianus Yustus Mambay saat membuka sosialisasi pemilihan anggota MRP periode 2023-2028

BeritaPapua.co, Serui — Penjabat Bupati Yapen resmi membuka sosialisasi penerimaan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Periode 2023-2028 di Gedung Silas Papare, Kamis, (16/03/2023).

Pembukaan sosialisasi ini ditandai dengan tabuhan Tifa oleh penjabat Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen Cyfrianus Yustus Mambay.

Menurut Pj Bupati Cyfrianus Mambay penerimaan anggota MRP dipercepat tidak sama dengan pemilihan umum serentak anggota legislatif dikarenakan anggota MRP periode yang lama telah berakhir masa jabatannya pada tahun 2022 lalu sehingga untuk mengisi kekosongan pemerintah pusat mengeluarkan SK Perpanjangan waktu kurang lebih sampai bulan Juni 2023 ini.

“Pemerintah menghimbau atau mengintruksikan agar percepat penerimaan anggota MRP sehingga bulan Juni nanti itu bisa dilantik,” ucapnya.

Mambay mengatakan dalam arahannya yang telah disampaikan kepada peserta bahwa bagi pendaftar calon anggota MRP yang proses pendaftaranya berakhir pada tanggal 21 nanti bahwa rekrutmen MRP pesertanya adalah orang asli Papua .

Selain itu kepada panitia rekrutmen, Pj Bupati Mambay berharap agar benar-bemar bisa merekrut calon anggota MRP yang memiliki kemampuan akedemik maupun intelektual sehingga memiliki kapasitas dan kualitas yang dapat memberikan bobot kepada lembaga MRP.

“Kenapa begitu, karena masalah-masalah Papua terkait dengan kultur dan keberadaan hak-hak orang asli Papua hari ini semakin kompleks dan MRP kali ini telah memasuki periode yang ke empat ,itu sampai hari ini lembaga MRP ini memang belum berfungsi secara maksimal dalam mengartikulasikan kepentingan-kepentingan orang Papua lewat lembaga ini,” ungkap Mambay.

Untuk itu dirinya berharap rekrutmen calon anggota MRP kali ini bukan saja diwilayah Saireri tetapi diwilayah adat lainnya benar-benar orang asli Papua dan mereka yang duduk di MRP memiliki kemampuan akedemik dan intelektual serta mampu melahirkan konsep-konsep baru untuk mengakomodasikan kepentingan -kepentingan orang asli Papua agar berkontribusi kepada anggota DPRP dan pemerintah provinsi Papua dalam melahirkan Perdasi atau Perdasus.

“Inilah harapan kami, kalau sistem rekrutmennya biasa-biasa dan orang Papua yang direkrut kedalam MRP ini masih belum berbeda atau memiliki standard yang kita harapkan, ya ..lembaga ini tidak akan berbobot,” ujarnya.

Oleh karena itu dikatakan kita harus memberi bobot kepada lembaga ini dengan cara bagaimana perekrutmen orang-orang Papua yang masuk menjadi anggota MRP adalah mereka yang berbobot dari sisi akedemik, Intelektual maupun moralitas juga harus menjadi perhatian karena lembaga ini adalah lembaga kultur.

“Kultur inikan identik dengan kita bicara soal adat kebiasaan jadi mentalitas ,Moralitas juga menjadi indikator dalam merekrut supaya orang yang ada di MRP adalah mereka yang mampu bisa menjadi contoh, teladan yang baik bagi rakyat Papua,” tandasnya.

Dirinya juga menambahkan sistem rekrutmen di 3 propinsi lainnya dapat mengedepankan orang asli Papua yang mempunyai kapasitas, Kemampuan akedemik, Intelektual dan memiliki moralitas agar lembaga ini terus dapat berkontribusi bagi kepentingan rakyat Papua.

Turut hadir dalam pembukaan sosialisasi pemilihan anggota MRP, Kepala Kesbangpol, Soni Woria dan para panitia pemilihan MRP Kabupaten Kepulauan Yapen.

(NG/AG)