Papua

Tingkatkan Peran Media, USAID Libatkan 34 Wartawan Se-Tanah Papua Terpusat di Biak

2
×

Tingkatkan Peran Media, USAID Libatkan 34 Wartawan Se-Tanah Papua Terpusat di Biak

Sebarkan artikel ini
IMG 20230317 WA0008
Para Wartawan saat mengikuti kegiatan yang sedang berlangsung di Hotel Asana, Biak

BeritaPapua.co, Biak — Tingkatkan peran media lokal, USAID Kolaborasi libatkan  34 wartawan Se-Tanah Papua yang terpusat dilakukan di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua.

USAID kolaborasi mengusung tema “Peran Strategis Media dalam Pembangunan Daerah dan Optimalisasi Otonomi Khusus di Tanah Papua”.

Media Gathering ini dihadiri 34 wartawan dari provinsi Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah dan Papua Barat Daya, yang akan digelar selama 4 hari yakni, pada 16 – 19 Maret 2023 di Biak.

Program tersebut merupakan hasil desain bersama (co-creation) dengan Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri yang didanai oleh United States Agency for International Development (USAID) dan diimplementasikan selama tahun 2022 – 2027 oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) bersama mitra, yaitu International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) dan Kitong Bisa Foundation (KBF).

Sebagai upaya untuk memperbarui pemahaman media lokal tentang otonomi khusus serta memberikan peluang untuk memperkuat pengetahuan dan informasi dalam bidang jurnalistik.

USAID Kolaborasi adalah sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan percepatan kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP) yang dilakukan dengan cara mengoptimalkan implementasi otonomi khusus di wilayah Papua & Papua Barat melalui tata Kelola pemerintahan yang baik.

Chief of Party USAID Kolaborasi, Caroline Tupamahu menuturkan peningkatan kapasitas media lokal dirancang untuk memperdalam pemahaman media tentang Otsus di Papua.

“Kegiatan ini bentuk komitmen USAID Kolaborasi mendorong peran aktif media dalam pembangunan daerah diseluruh Papua, selain itu, media sebagai partner strategis terus bekerjasama mengedukasi dan mengawal implementasi Otsus demi kesejahteraan masyarakat Papua,” tegas perempuan berdarah Ambon yang akrab disapa Olin ini.

Dengan demikian, media diberikan kesempatan untuk memperbaharui informasi mengenai isu pembangunan daerah terutama informasi mengenai isu pembangunan daerah berkaitan dengan Otsus.

“Semoga kedepan, media bisa semakin berperan dalam pengawasan serta mengawal Otsus untuk mengoptimalkan manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat khususnya orang asli Papua (OAP),”ungkapnya.

Program USAID Kolaborasi bertujuan untuk meningkatkan optimalisasi pengelolaan dana Otsus yang tepat sasaran sehingga dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Program ini merupakan hasil desain bersama dengan Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri yang mendapatkan pendanaan 10 juta dolar dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui United States Agency for International Deveploment (USAID).

Implementasi program akan dilakukan oleh WVI bersama dengan International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) dan Kitong Bisa Foundation (KBF) selama 5 tahun pada 2022 -2027.

Menurut Olin, selama ini WVI telah bekerjasama dengan lembaga donor, pemerintah, mitra kerja, pemuka agama, relawan, tokoh publik dan media untuk menghadirkan dunia yang lebih baik bagi anak-anak.

Diantaranya, peningkatan kesehatan, perlindungan anak, pendidikan, ekonomi, penguatan kebijakan respons bencana serta terus melakukan inovasi program berbasis teknologi digital untuk masyarakat dan mitra kerja. Bahkan, WVI juga memperjuangkan keterlibatan perempuan dan penyandang disabilitas.

“Kita minta keterlibatan teman-teman media untuk melakukan sosialisasi tentang hak masyarakat, hak OAP. Langkah selanjutnya kita juga akan melakukan assesment dengan Pemda di 4 DOB Papua,” terangnya.

Dikesempatan yang sama, Head of Publik engagement WVI, Yuventa mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas partisipasi media di Papua.

Komitmen WVI semakin teguh terus melayani dan ambil bagian dalam perubahan anak-anak Indonesia, masyarakat, dan mitra kerja.

Bahkan, WVI telah menyelenggarakan program fokus kepada anak. Ada jutaan anak Indonesia yang menerima manfaat.

“Kini WVI telah berada di 63 kabupaten/kota dan 17 provinsi termasuk Papua seperti di Sorong, Sarmi, Jayapura dan Biak,” rinci Yuventa.

Dia mengakui, Otsus pada umumnya berdampak untuk kesejahteraan masyarakat OAP. Oleh karenanya, kolaborasi dengan semua pihak termasuk media digalakkan.

“Kami melihat media punya peranan strategis dan luarbiasa mendukung WVI. Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi rekan-rekan media di Papua dalam proses pembangunan terutama optimalisasi Otsus,” tandas Yuventa.

(RT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *