Berita

PT Freeport Indonesia Percepat Perbaikan Smelter dengan Pengiriman Komponen Kritis via Pesawat Kargo

19
×

PT Freeport Indonesia Percepat Perbaikan Smelter dengan Pengiriman Komponen Kritis via Pesawat Kargo

Sebarkan artikel ini

Berita Papua, Jayapura — PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan percepatan perbaikan fasilitas Common Gas Cleaning (CGC) Plant Smelter dengan mendatangkan perlengkapan dan komponen kritis secara bertahap menggunakan pesawat kargo Antonov AN-124 dan Boeing 747. Komponen-komponen tersebut dikirim ke Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Gresik, Jawa Timur.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan proses pemulihan fasilitas berjalan efektif dan efisien.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar smelter secepatnya kembali berproduksi. Pemilihan pesawat kargo karena waktu tempuh pengiriman komponen dari luar negeri hanya 35 jam, jauh lebih cepat dibandingkan kapal laut yang memerlukan waktu sekitar 60 hari,” ujar Tony di Jakarta, Selasa (4/3/2025).

Proses logistik udara dinilai sebagai solusi tepat untuk menghemat waktu berminggu-minggu dalam perbaikan CGC Plant. Hal ini sangat krusial mengingat komponen yang rusak harus diproduksi ulang dan tersedia dalam waktu singkat.

“Penggunaan Antonov dipilih karena beberapa komponen penting, seperti Wet Electrostatic Precipitator internals (bundel tabung) dan metal expansion joints yang diproduksi di Jerman, memiliki ukuran yang terlalu besar untuk diangkut oleh pesawat kargo reguler. Sementara itu, pengiriman laut akan memakan waktu sangat lama,” tambah Tony.

PTFI telah menjadwalkan tiga kali pengiriman menggunakan pesawat Antonov dengan total berat kargo mencapai 75,7 ton. Pengiriman pertama dilakukan pada 6 Februari 2025, diikuti pengiriman kedua pada 25 Februari 2025, dan pengiriman terakhir pada 2 Maret 2025 langsung dari Frankfurt, Jerman, menuju Bandara Juanda, Surabaya. Waktu tempuh penerbangan ini mencapai 35 jam.

Selain Antonov, PTFI juga menggunakan pesawat Boeing 747 untuk pengiriman perdana komponen pada 29 November 2024 dengan berat total 58 ton.

Tony menekankan bahwa keberhasilan pengiriman ini adalah hasil sinergi luar biasa antara tim Freeport Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan.

“Terima kasih kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, TNI AL dan AU, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I, Kantor Bea Cukai Juanda, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Gresik, Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus, Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan, serta Otoritas Bandara Juanda,” ucapnya.

(Redaksi)