Berita Papua, Sarmi — Kepala Suku Armati, Yafet Weiraso, menggelar para-para adat (rapat adat) dalam rangka sosialisasi peran masyarakat untuk mensukseskan Rapat Pleno XVIII Dewan Adat Papua yang akan dilaksanakan di Kabupaten Sarmi.
Sosialisasi tersebut dihadiri tokoh-tokoh adat dan tokoh agama serta masyarakat kampung Mararena Distrik Apawer Hulu, Sarmi, Kamis (6/11/25) pukul 10.00 WIT
Yafet menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan memaparkan mekanisme pelaksanaan Pleno Dewan Adat Papua ke-XVIII sekaligus mengantisipasi isu-isu yang berkembang di luar yang dapat memecah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Dalam kegiatan ini dijelaskan terkait mekanisme pelaksanaan Pleno Dewan Adat Papua ke-XVIII di Kabupaten Sarmi. Saya jelaskan terkait rencana pleno tersebut agar tidak ada masyarakat yang menyuarakan isu-isu yang berkembang di luar yang dapat memecah kedaulatan NKRI,” ujar Yafet.
Kepala Suku Armati menekankan pentingnya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana menghargai adat istiadat dalam bingkai kesatuan NKRI.

Menurutnya, menjaga keamanan merupakan hal paling utama dalam menciptakan situasi kondusif di wilayah Kabupaten Sarmi.
Yafet mengungkap, momentum Rapat Pleno Dewan Adat akan menjadi sarana menyuarakan hati nurani masyarakat adat dengan berbagai ide yang akan muncul.
Namun, ia mengkhawatirkan kemungkinan pembahasan terkait situasi Papua saat ini yang dapat memicu konflik dalam masyarakat.
“Melalui sosialisasi ini saya mengajak seluruh warga masyarakat Kabupaten Sarmi terutama Suku Aurimi untuk tidak terpengaruh dengan hal-hal yang dapat memicu konflik di dalam kabupaten dan meng-counter hal-hal negatif yang nantinya akan dibahas dalam sidang dewan adat tersebut,” tegasnya.
Yafet menekankan pentingnya menjadi tuan rumah yang baik dan dapat memberikan kenyamanan bagi tamu yang akan hadir.
Ia juga berpesan kepada masyarakat Distrik Apawer Hulu agar selalu siap membantu menjaga situasi keamanan di Kabupaten Sarmi serta memberikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah daerah maupun pusat.
“Dukungan ini demi kemakmuran dan pembangunan Distrik Aurimi yang selama ini sangat tertinggal dari distrik lainnya di Kabupaten Sarmi,” katanya.
Kepala Suku Armati menyebut kegiatan sosialisasi seperti ini perlu banyak dilakukan untuk memberikan pencerahan dan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menghargai adat dan menciptakan situasi keamanan dalam bingkai Negara Republik Indonesia.
“Saya juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal negatif dan bertentangan dengan ideologi negara karena itu akan merugikan diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya.
(Redaksi)











