Berita Papua, Nabire — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Papua Tengah, Thobias Bagubau, mendesak Bank Papua untuk tidak mempersulit nasabah yang ingin mengajukan kredit.
Politisi Hanura ini menyoroti adanya kendala yang dialami pegawai negeri sipil (PNS), anggota DPRP, dan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) yang gajinya melalui Bank Papua ketika hendak mengajukan kredit di bank lain.
“Saya mendapat informasi bahwa PNS, anggota DPRP, dan anggota MRP yang gajinya melalui Bank Papua mengalami kesulitan kredit di bank lain. Bank Papua tidak mau memproses pengkreditan antara bank, ini membuat nasabah mengalami kesulitan dalam pengkreditan,” ujar Bagubau dalam keterangan pers tertulis, Senin malam (14/7/2025).
Menurutnya, Bank Papua seharusnya menjalin kerja sama dengan bank-bank lain untuk sama-sama membangun Provinsi Papua Tengah, bukan ingin menang sendiri. Ia mengamati bahwa hal ini tampaknya merupakan persaingan bisnis antarbank yang pada akhirnya merugikan nasabah.
Bagubau juga menyoroti kendala yang dihadapi pengusaha Papua dan orang asli Papua yang ingin mengajukan kredit di Bank Papua persyaratan yang diberikan cukup rumit dan sulit dipenuhi.
“Bukan saja masalah ini, tetapi juga terkait pengusaha Papua dan orang asli Papua yang mau kredit di Bank Papua sedikit terkendala dengan persyaratan yang begitu ribet dan sulit,” bebernya.
Anggota DPRP ini dengan tegas meminta pimpinan Bank Papua Cabang Papua Tengah untuk melihat permasalahan ini secara baik dan mengutamakan orang asli Papua.
Ia juga meminta bank tersebut membuka kerja sama dengan bank-bank lain dalam proses kredit.
“Harapannya Bank Papua Cabang Papua Tengah di Nabire dapat memberikan kemudahan kepada nasabah yang mau kredit baik di Bank Papua sendiri maupun di bank lain, sehingga pertumbuhan ekonomi di tengah masyarakat di Provinsi Papua Tengah dapat berjalan dengan lancar dan baik,” pungkasnya.
(Redaksi)











