Ekonomi

Festival Cenderawasih 2025 Tutup Dengan Omset UMKM Tembus Rp752 Juta & Transaksi Qris Ribuan Kali

33
×

Festival Cenderawasih 2025 Tutup Dengan Omset UMKM Tembus Rp752 Juta & Transaksi Qris Ribuan Kali

Sebarkan artikel ini
Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua, Faturachman.

Berita Papua, Jayapura — Festival Cenderawasih (Fescen) ke-2 resmi ditutup pada Minggu (15/6/2025) dengan sejumlah capaian gemilang.

Festival yang digelar selama 3 hari (13–15 Juni 2025) ini berhasil membukukan omset penjualan UMKM sebesar Rp752 juta, transaksi QRIS sebanyak 4.674 kali, dan komitmen pembiayaan business matching senilai Rp880 juta.

Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Triwarno Purnomo, secara resmi menutup rangkaian Fescen 2025. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua dan seluruh mitra yang telah mendorong penguatan ekonomi lokal, inklusi keuangan, serta pemberdayaan pelaku usaha.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua, Faturachman, memaparkan bahwa Fescen 2025 dihadiri lebih dari 12.800 pengunjung. Selain transaksi UMKM yang mencapai Rp752 juta, adopsi pembayaran digital melalui QRIS mencatat nilai transaksi Rp594 juta.

“Business matching UMKM dan lembaga keuangan menghasilkan Letter of Intent (LoI) senilai Rp880 juta, memperluas akses permodalan,” ujarnya.

Festival ini juga menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan transaksi Rp20 juta, serta talkshow edukatif yang diikuti 750 pelajar, guru, dan pelaku usaha.

Faturachman menambahkan, UMKM Papua semakin mendunia. Beberapa pelaku usaha meraih LoI Rp1,59 miliar di World of Coffee Jakarta 2025 dan Rp136 juta di Ubud Food Festival 2025. Mereka juga tampil di ajang internasional seperti FHA-Food & Beverage Singapore 2025 dan Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) 2025.

Fescen 2025 turut melibatkan penyandang disabilitas dalam pertunjukan seni serta mengirim wakil terbaik untuk berkompetisi di Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (Fesyar KTI) di Pontianak, 29 Agustus–1 September 2025.

“Keberhasilan ini membuktikan potensi ekonomi Papua yang terus tumbuh,” pungkas Faturachman.

(Renaldo Tulak)