BeritaPapua.co, Serui — Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Ferdyan Indra Fahmi meminta kepada semua pihak agar langkah penegakan hukum yang dilakukan pihaknya terhadap FW dan beberapa anak buahnya tidak dijadikan sebuah kepentingan dengan melibatkan masyarakat sebagai tameng.
“Jangan tarik-tarik masyarakat untuk menjadi tameng , melindungi kelompok kriminal bersenjata yang selama ini eksis berbuat tindak pidana diwilayah hukum polres Kepulauan Yapen” ucapnya kepada awak media, Jumat (20/8/2021).
Hal itu dikemukakan Kapolres Ferdyan menyikapi adanya penyampaian informasi yang liar tidak sesuai fakta di lapangan, Bahkan Kapolres menduga adanya sekelompok masyarakat yang mengungsi akibat pengaruh dari oknum yang memberikan informasi hasutan seolah-olah akan terjadi kekacauan pasca turunnya aparat personil polres kepulauan Yapen yang dibantu BKO Brimob Polda Papua.
“Kalau orang takut, pasca kejadian tanggal 5 pagi itu harusnya siang atau sore masyarakat sudah pada mengungsi , sementara hasil monitoring kita disana masyarakat mulai bergerak mengungsi pada tanggal 6 setelah ada salah satu anggota dewan menemui masyarakat disana setelah itu dikabarkan masyarakat pergi mengungsi, makanya kita melihat seperti ada by design, harusnya anggota dewan itu berkoordinasi dengan kita atau memberikan pencerahan kepada masyarakat bukan malah menakuti jadi keberadaan pengungsi ini tidak wajar,” Ujar Ferdyan.
Kapolres mengisahkan kedatangannya ke kampung sasawa pada 19 Agustus kemarin masyarakat tidak ada mengungkapkan kekhawatirannya tentang keberadaan aparat keamanan di kampung itu, bahkan dengan hangat masyarakat bersama tokoh adat setempat memberikan penghargaan berupa prosesi adat penyambutan injak piring yang dilaksanakan di halaman SMP satu atap negeri Sasawa.
Maka menurutnya hal itu menunjukkan bahwa masyarakat kampung sasawa tidak merasa ketakutan akan kehadiran pihak kepolisian untuk menjalankan penegakan hukum di kampung tersebut.
(AG)











