Hukum

Datangi KPK, Ratusan Warga Papua Tuntut Kepala Penghubung Provinsi Papua Diperiksa

5
×

Datangi KPK, Ratusan Warga Papua Tuntut Kepala Penghubung Provinsi Papua Diperiksa

Sebarkan artikel ini
Warga Papua Saat Melakukan Demonstrasi Didepan Gedung KPK di Jakarta (ist)

BeritaPapua.co, Jakarta– Sebanyak ratusan warga Papua mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta pada Selasa 7 Maret 2023.

Kedatangan ratusan warga Papua itu, guna menuntut KPK kembali memeriksa Kepala Badan penghubung provinsi Papua di Jakarta.

Ratusan warga Papua itu tergabung dari 4 mess yang ada di Jakarta terdiri dari, Mess Tanah Abang, Mess Kepu, Mess Tanah Tinggi dan Mess Cendrawasih lainnya.

Warga menduga, Kepala Badan penghubung terindikasi memakai uang negara dengan melakukan perjalanan ke luar negeri bersama keluarga dan sejumlah Asset yang dimilikinya.

“Indikasi Korupsi Uang Negara..!!. Periksa dan Adili Kepala Kantor Penghubung Papua di Jakarta. Seiringnya Melakukan Perjalanan Keluar Negeri Bersama Keluarga,” tertulis dalam baliho yang dibentangkan di depan halaman gedung KPK.

“KPK Segera Periksa Asset Kaban Penghubung Prov. Papua Yang Terindikasi Korupsi. 1. Usaha Batik Memorfi dan ART, 2. Kopi Dari Hati ke Hati, 3. Dll,” tertulis di Baliho.

Warga Papua juga dengan tegas menolak untuk direlokasi karena dianggap ada upaya dikriminalisasi.

“Warga Mess Papua Tanah Abang JKT. Menolak : Kriminalisasi Relokasi, Intimidasi Relokasi, Premanisme Relokasi dan Menerima Relokasi Berdasarkan ; Pola Kasih, Pola Keadilan dan Pola Kebenaran,” tertulis dalam baliho lainnya.

Menurut warga, Mess-mess Cendrawasih yang ada di Jakarta adalah pemberian presiden Sukarno saat itu, membuktikan bahwa Papua juga bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Prasasti Yang Dipersembahkan Oleh Presiden Sukarno kepada Rakyat Indonesia Asal Irian Barat Merupakan Mas Kawin Republik Indonesia Dengan Irian Barat. Hormati Para Pejuang Trikora dan Para Penerusnya. Mess Cendrawasih Tanah Abang Yang Dipersembahkan Oleh Presiden Sukarno Kepada Rakyat Asal Irian Barat Membuktikan Kepada Dunia Bahwa Irian Barat Adalah NKRI,” tertulis di baliho yang lain.

Dari informasi yang diperoleh, 2 perwakilan warga Papua dipersilahkan masuk untuk menyerahkan bukti pengaduannya.

Dari pantauan jurnalis BeritaPapu.co di Jakarta, mendapati sejumlah persoalan yang terjadi antara pihak penghubung provinsi Papua dan warga penghuni mess-mess Papua yang ada di Jakarta yang hingga kini belum ada titik temu.

(Roy Hamadi)