Jayapura, BeritaPapua.co — Menyikapi Dampak Global Bencana Non Alam Pendemi Covid-19 bagi Masyarakat di Provinsi Papua yang sangat Berdampak langsung dalam seluruh aspek Kehidupan OAP terutama di Tiga Bidang utama Ekonomi Kerakyatan, Pendidikan dan Kesehatan yang menjadi Kosentrasi dari Undang undang Otonomi Khusus Papua tahun 2001.
Terkait Persoalan ini, anggota Majelis Rakyat Papua dari Unsur Pokja Agama Pdt. Samuel K Waromi Melakukan Reses Masa sidang Triwulan II Tahun 2020 di Aula Kantor Sinode GBGP Kota Jayapura (25/6/2020).
Reses tersebut digelar dalam bentuk Sosialisasi kepada Warga Jemaat Gereja Bethel Gereja Pentakosta Papua (GBGP) khususnya OAP Terkait, Penyelamatan Manusia dan Tanah sekaligus menjaring Aspirasi Masyarakat Asli Papua tetang Relaksasi Pembatasan sosial yang di Perluas dan di Perketaat atau (PSDD) apa yang menjadi masalah di Tengah Pendemi Covid-19,” Ungkap mantan ketua Sinode GBGP Pdt Samuel Waromi Kepada Wartawan.
Sementara itu dari Hasil Jaring aspirasi Masyarakat tentang dampak dari Pengaruh Pendemi Covid-19 diPapua, membuat banyak masukan masyarakat,”Kata Pdt.Samuel Waromi, dimana mereka merasa begitu susah dalam menempuh kehidupan khusus ditiga bidang utama Ekonomi, Pendidikan dan Kesehatan.
“Khusus untuk Kesehatan Sangat susa di masa Pendemi Covid-19 mendapat Pelayanan Kesehatan oleh Rumah sakit apa bila hendak berobat ditolak karena terkonsentrasi semua kepada Pasien Covid-19 mengakibatkan banyak Orang penderita Penyakit lain meninggal.
Sementara itu untuk pendidikan Khusus di Papua banyak tanggapan dari Masyarakat agar Sistem belajar dan Mendaftar secara Online di pertimbangan Karena Tidak semua anak Orang Papua yang bersekolah diKampung kampung memiliki Fasilitas teknologi internet
Dan Khusus untuk Ekonomi di Pertanyakan terkait Bantuan Sosial kepada Dedominasi Gereja tidak di Rasakan karena Bantuan yang di berikan tidak tepat sasaran masih banyak warga yang tidak Mendapatkan untuk itu Semua Pihak yang tergabung dalam satuan Gugus tugas Covid-19 baik Provinsi dan Kabupaten Kota di Papua harus terbuka terkait Penyaluran bantuan dan Penggunaan dana Covid-19 yang begitu besar pengunaannya,
ini merupakan Aspirasi Masyarakat Orang Asli Papua dari Kegiatan Reses yang saya lakukan kepada Warga Jemaat Gereja Bethel Gereja Pentakosta di Papua dari hasil ini maka Kami akan bawa dan akan dibahas ditingkat Lembaga MRP agar ditindak lanjuti demi kesejahteraan kenyamanaan masyarakat dipapua.
(Red)











