Kota Jayapura

Dua Komoditas Menunjukan Tren Peningkatan Saat Sidak TPID Kota Jayapura

3
×

Dua Komoditas Menunjukan Tren Peningkatan Saat Sidak TPID Kota Jayapura

Sebarkan artikel ini
TPID saat sidak di pasar trdisional Hamadi, Kota Jayapura

BeritaPapua.co Jayapura — Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Jayapura melakukan Insfeksi Mendadak (Sidak) untuk mengecek harga-harga komoditas menjelang hari raya Idul Fitri tahun 2021.

Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano mengatakan bahwa “Sidak tersebut untuk mewujudkan peran serta pemerintah dalam melayani masyarakat di Kota Jayapura,” Ungkapnya saat apel di halaman parkiran utama kantor Walikota.

Dipimpin oleh Walikota Jayapura, Benhur Tommy Mano TPID mengunjungi 3 tempat yang dianggap paling vital untuk mengecek harga komoditas diantaranya : Pasar Sentral Hamadi, Gudang Beras Bulog dan berakhir di Mall Jayapura.

Setelah TPID Kota Jayapura melakukan sidak terkait komoditas utama pada pasar umum dan tradisional, ternyata ada beberapa komoditas yang sedikit mengalami peningkatan.

Kepala Bank Indonesia Provinsi Papua, Naek Tagor Sinaga menjelaskan tren peningkatan terjadi pada dua komoditas penting.

“Dari pemantauan Kami. Kalau kita lihat dari angka inflasi di Kota Jayapura sejak dari bukan Januari, Februari dan Maret. Itu menunjukkan tren peningkatan yang setelah kami analisis disebabkan oleh dua komoditas utama. Komoditas yang pertama yaitu cabe rawit merah, yang kedua adalah komoditas ikan ekor kuning (Tuna),” Ungkapnya saat jumpa pers usai melakukan sidak, Kamis (22/4).

Lanjut Sinaga, peningkatan komoditas tersebut dipengaruhi oleh faktor alam.

“Gelombang laut menyebabkan nelayan-nelayan kita sulit untuk melakukan penangkapan, curah hujan yang tinggi menyebabkan komoditas-komoditas Hortikultura, terutama cabe rawit Yang dapat dipenuhi oleh pasar lokal di kab. Keerom ternyata mengalami pembusukan,” Ujarnya.

Berdasarkan pantauan tim TPID, di pasar tradisional maupun pasar modern “seluruh kebutuhan-kebutuhan pokok relatif stabil, seperti telur, daging ayam bawang seperti itu cukup stabil,” tutur kepala BI.

Ia juga mengaku akan menstabilkan harga pada komoditas cabe rawit di Kota Jayapura, dengan memasok komoditas tersebut dari luar Papua seperti dari Makassar atau Jawa Timur.

Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano juga dengan tegas meminta kepada distributor dan para penjual di pasar modern dan tradisional untuk tidak menimbun dan menaikan harga barang.

“Saya minta kepada pasar-pasar modern dan tradisional di Kota Jayapura supaya mengkontrol harga, jangan sampai 3 hari menjelang Idul Fitri itu menaikkan harga dan juga kepada distributor barang, jangan menimbun barang-barang tersebut,” Pungkas Walikota.

Untuk diketahui, sejak kepemimpinan Benhur Tomi Mano, Kota Jayapura meraih penghargaan sebagai Kota dengan Inflasi terbaik Se – NTT hingga Papua.

(Red)