BeritaPapua.co, Jayapura — Menanggapi arah kebijakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Pemerintah Kota Jayapura melalui tim pencegahan dan penanganan stunting melakukan pembinaan terhadap Kader Pembangunan Manusia (KPM).
Pembinaan bagi KPM tersebut akan digelar selama dua hari mulai tanggal 28 sampai 29 April 2021, di Aula GSG Sian Soor, Kantor Walikota Jayapura.
Dalam rapat pertemuan tersebut, membahas tentang bagaimana mensosialisasikan konvergensi pencegahan stunting kepada masyarakat di 14 kampung di wilayah Kota Jayapura.
Bukan hanya mensosialisasikan namun KPM dituntut untuk mendata, memantau dan memastikan setiap sasaran pencegahan terhadap stunting mendapatkan layanan yang berkualitas.
Dimana target program Presiden Jokowi di tahun 2024 stunting turun menjadi 14%.
Ni Nyoman Sri Antari selaku kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura menjelaskan penanganan stunting di Kota Jayapura berdasarkan survei mulai 2013 hingga 2021.
“Kita di Kota Jayapura tahun 2013 itu 13,8%, kemudian tahun 2018, 31,4% berdasarkan data survei studi status gizi balita. Tahun 2020 kita 15,11% dan di tahun ini (2021) bulan Maret kita sudah mencapai 10,50%,” ungkapnya.
Masih tinggi angka terhadap stunting sehingga pemerintah kota Jayapura berharap, KPM selaku ujung tombak menekan stunting.
“Ini yang betul-betul tekankan kepada kader sehingga stunting di kota Jayapura bisa kita tekan,” pungkasnya.
Sementara itu kepala Bapeda kota Jayapura, Rory Way Coni Huwae menjelaskan tujuan dari pembinaan KPM hanya untuk menekan angka stunting di Kota Jayapura.
Sehingga melalui program dari pemerintah kota Jayapura untuk menekan angka stunting sesuai target presiden dapat tercapai.
Untuk diketahui, Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.
(Naldo)











