BeritaPapua.co, Jayapura — Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021, Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan Perang Melawan Narkoba Di Masa Pandemi Covid-10 Menuju Indonesia Bersih Narkoba.
Hal itu ditegaskan secara virtual, Senin (28/6) dengan mengusung tema War on Drugs dan dibuka secara langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Istana Negara, Jakarta pada hari Senin (28/06) pagi.
Usai mengikuti virtual tersebut, Kepala BNN Provinsi Papua Brigadir Jenderal Polisi Robinson D. P. Siregar kepada wartawan menegaskan, kampung nelayan Hamadi di Kota Jayapura akan dideklarasikan sebagai Kampung bersih dari Narkoba.
“Kita sudah melaksanakan deklarasi juga kemarin tanggal 25 Juni di Kampung Nelayan sama pak Walikota yaitu di Kelurahan Hamadi tepatnya, bakal kita jadikan pilot project kita programnya BNN sebagai Kampung Bersinar,” Ungkapnya.
Siregar mengungkap bahwa pihaknya memilih Kelurahan Hamadi sebagai kampung Bersinar lantaran kelurahan tersebut adalah daerah rawan terjadinya transaksi Narkoba.
“Kami menunjuk pasti ada indikatornya. Kalau melihat daerah rawan narkoba, tingkatan bahaya dan tingkatan waspada, kelurahan hamadi track recordnya ya seperti itu,” Jelasnya
Selain Kelurahan Hamadi, ada juga beberapa daerah lain di Kota Jayapura yang ditargetkan menjadi fokus program kampung Bersinar seperti Muara Tami dan Skouw. Kemudian di Kabupaten lain seperti Timika, Merauke dan Nabire yang terindikasi rawan terjadi perdagangan Narkoba.
“Kami menunjuk pasti ada indikatornya. Kalau melihat daerah rawan narkoba, tingkatan bahaya dan tingkatan waspada, kelurahan hamadi track recordnya ya seperti itu,” Jelasnya
Selain Kelurahan Hamadi direncanakan juga akan ada beberapa Daerah lain di Jayapura yang ditargetkan untuk menjalankan program kampung Bersinar seperti Muara Tami dan Skouw. Kemudian di Kabupaten lain seperti Timika, Merauke dan Nabire.
Sementara itu, Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru mengatakan bahwa Pemerintah Kota sudah menyiapkan segala dukungan yang berkaitan dengan program Kampung Bersinar yang diusung oleh BNN Papua.
“Kami mendukung program untuk melawan narkoba ini sehingga di kota yaitu 14 Kampung, kami sudah alokasi anggaran agar Kampung tersebut bisa bebas dari narkotika,” Ujarnya.
Ia juga menjelaskan tentu pihaknya akan melihat dari tingkatannya, yang lebih berbahaya itu yang harus diutamakan. Rustan Saru juga berharap, semua masyarakat di kampung harus bisa ikut terlibat dalam pengawasan dan pengendalian terhadap narkotika.
“Sekarang sudah dibuktikan, hari Jum’at (25/06) kemarin sudah launching kampung Nelayan sebagai kampung Bersinar agar barang haram ini (Narkoba) bisa kita cegah untuk penyebarannya dan penggunaannya di kota Jayapura,” Pungkasnya.
(RT)











