Kota Jayapura

Ribuan Personil TNI-Polri Disiagakan Antisipasi Demo Tolak DOB 10 Mei Besok

313
×

Ribuan Personil TNI-Polri Disiagakan Antisipasi Demo Tolak DOB 10 Mei Besok

Sebarkan artikel ini
Kabag Ops Kompol L. Guruh Prawira Negara

BeritaPapua.co, Jayapura — Rencana demo aksi masa Jilid II oleh Kelompok Petisi Rakyat Papua (PRP) yang akan dilakukan 10 Mei mendatang akan dikawal ribuan personil gabungan TNI maupun Polri.

Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Gustav R. Urbinas melalui Kabag Ops Kompol L. Guruh Prawira Negara, Senin (9/5) sore.

Kabag Ops menegaskan, ada beberapa titik yang ditempatkan personil nantinya yakni di Taman Imbi, Pertigaan Jaya Asri, Lingkaran Abepura, Auditorium Uncen, Perumnas III, Expo Waena dan yang terjauh di wilayah hukum Polsek Muara Tami yang langsung dipimpin oleh Kapolsek.

“Terkait dengan jumlah personil keseluruhan totalnya ada 1.181 personel yang terdiri dari Polri dan satuan elitnya dan gabungan TNI,” ungkapnya Kompol Guruh.

Namun kata Kompol Guruh, pengamanan ini berdasarkan atas penentuan titik kerawanan yang sudah dipetakan oleh pihak intelejen, termasuk asrama-asrama mahasiswa yang sudah menjadi basis kelompok-kelompok yang akan melakukan aksi tersebut.

“Besar harapan kami kepada masyarakat khususnya di Kota Jayapura agar tidak terpancing dan terprovokasi dengan aksi Jilid II ini dengan ajakan-ajakan ataupun hasutan yang akan menjerumuskan anda ke ranah yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Kompol Guruh menegaskan, masyarakat Kota Jayapura menginginkan kenyamanan sehingga pihak Kepolisian meminta untuk tidak ikut-ikutan dalam kegiatan terlarang tersebut.

“Untuk daerah rawan bisa saja berubah mengikuti eskalasi peningkatan massa maka akan dilakukan pergeseran personil untuk penebalan guna meniadakan gangguan Kamtibmas, semua untuk kenyamanan warga Kota Jayapura,” imbuhnya.

Ia menambahkan, aksi demo Jilid II tersebut tidak mengantongi ijin pasti akan dibubarkan pihak kepolisian.

“Namun dalam hal negosiasi atau penyampaian aspirasi secara baik-baik akan diberikan waktu atau difasilitasi untuk bertemu DPR, tapi bila eskalasi meningkat hingga menimbulkan chaos maka pasti kami ambil tindakan tegas terukur dengan membubarkannya,” tegasnya.(*)

(Red)