BeritaPapua.co, Serui — Dandim 1709 Yapen Waropen mengemukakan penyerahan diri Dua orang simpatisan Kelompok Separatis Teroris (KST) Kabupaten Kepulauan Yapen kelompok Fernando Worabai atas nama EW dan EJR merupakan hasil pendekatan Kodim 1709/Yawa dan Polres Serui selama ini kepada para simpatisan.
“Ini merupakan hasil kerja keras para anggota TNI dan Polri yang berada dilapangan sehingga dapat membuahkan hasil penyerahan dua orang simpatisan ini,” ucap Dandim Leon Pangaribuan, Kamis(14/10/2021).
Dandim Leon menyebutkan penyerahan diri mereka membawa beberapa barang bukti yg selama ini disimpan diantaranya adalah
1. Senjata Laras panjang Non Organik : 4 pucuk
2. Senjata Laras pendek Non Organik : 2 pucuk
3. Rangkaian laras Non Organik : 4 buah
4. HT Kenwood : 1 buah
5. Charger Kenwood : 1 buah
6. Munisi tajam Kaliber 7,62 mm : 11 butir
7. Munisi tajam Kaliber 5,56 mm : 19 butir
8. Munisi hampa Kaliber 5,56 mm : 19 butir
9. Munisi hampa Kaliber 3,8 mm : 48 butir
10. Bendera Bintang Kejora : 7 (Tujuh) lembar
11. Surat Dokumen Deklarasi Partai Persatuan Papua dan Partai Demokrat Papua : 1 (Satu) Rangkap
12. Kalung menandakan persatuan Papua Merdeka : 1 (Satu) Buah
13. Tas noken yang digunakan untuk menyimpan Bendera Bintang Kejora dan dokumen : 1 (Satu) Buah
Lanjut Dandim menceritakan kronologis penyerahan diri kedua simpatisan KST ini setelah pada tanggal 13 Oktober 2021 sekitar pukul 14.00 Wit Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan didampingi Kasiter Kasrem 173/PVB Letkol Inf Usep Setyawan, Dandim 1709/YW Letkol Inf Leon, Kapolres waropen AKBP Naharudin S Sos, Kajari Negeri Serui Marcello Bellah SH MH menerima kedua simpatisan tersebut.
Dalam pertemuan bersama kedua simpatisan ini kata Dandim Leon mereka menyampaikan bahwa penyerahan diri mereka dikarenakan timbulnya kesadaran tentang perjuangan Papua merdeka adalah omong kosong belaka.
“Mereka menyakini Papua merupakan bagian dari NKRI terbukti dengan begitu banyaknya pembangunan yg sudah dilaksanakan, apalagi dengan melihat kemeriahan PON XX di Papua, semakin menyakinkan bahwa Papua merupakan bagian NKRI,” jelasnya.
“Melihat kondisi tersebut mereka memutuskan menyerahkan diri dan beberapa barang yang selama ini mereka simpan, mereka menyadari barang-barang tersebut justru akan menyebabkan banyak masalah,” cetusnya.
Dalam kesempatan itu juga kata Dandim mereka menghimbau kepada Fernando Worabai untuk kembali ke pangkuan NKRI dan melupakan rasa sakit hati karena kegagalan saat masuk Polisi diwaktu lalu.
“Saatnya untuk memikirkan masa depan anak-anaknya yang akan menjadi generasi penerus Papua, yang mungkin dapat meneruskan cita-cita Fernando Worabai untuk menjadi polisi atau tentara,” ujarnya.
Diakhir kedua mantan simpatisan itu meminta agar identitas diri mereka tidak dipublikasikan demi menjaga keamanan diri mereka dan keluarga.
(AG)KST Waropen











